Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Tentang Aku

Tusuk Gigi, Tissu, dan Toilet

Sultan Yohana by Sultan Yohana
December 6, 2006
in Tentang Aku
0
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Anda bahagia menjadi orang Indonesia? Jawabannya bisa beragam. Bisa pula muncul beragam alasan dari jawaban itu. Kalau bahagia, alasannya begini-begitu. Jika jawabannya sebaliknya, alasannya bla… bla… bla… Umpama tidak tahu, juga nggacor ini-itu.

Jika pertanyaan sama dilontarkan orang Singapura yang suka berakhir pekan di Batam, kemungkinan jawabannya juga beraneka macam. Tapi saya sering saksikan di Pelabuhan Batamcenter yang menyatu dengan Megamall, manyun wajah-wajah ngiri milik kita melihat warna negeri tetangga menenteng bejibun belanja. mungkin di benak mereka begini, ”Alangkah bahagianya jadi orang Singapura…”

Banyak rekan mengganggap saya salah satu dari orang yang beruntung itu. Sekaligus dianggap paling buntung dan paling membingungkan. Karena apa? Tersebab saya menikah dengan wanita Singapura.

Mereka yang menganggap saya beruntung biasanya mengatakan demikian: ”Enak ya, istri bergaji besar! Nanti bisa gampang cari kerja di sana. Masa depannya pasti sudah terjamin…” Dan segenap alasan bla…bla…bla… yang lain. Busyet!

Kawan yang menganggap buntung berkomentar: ”Lha, bagaimana nanti status anaknya? Pasti repot bolak-balik tiap pekan Spore-Batam!? Kasihan, tidak bisa kelon tiap hari dengan istri…”

Bolak-balik Batam-Spore selama hampir tiga tahun terakhir ini semakin meyakinkan saya, menjadi warga republik ini ternyata jauh lebih bahagia. Alasannya sepele. Saya tidak bisa mendapatkan tusuk gigi dan tisu di setiap kedai tempat makan di sana.

Tusuk gigi memang sangat saya perlukan untuk melikuidasi sisa-sisa makanan yang suka nyangkut di sela-sela susunan gigi saya yang berantakan. Hampir di setiap kedai di seantero Batam, tersedia tusuk gigi dan tisu. Di Batam, kedai mana yang berani tak menyediakan dua benda ini? Mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran paling edan! Luput sedikit, gerundelan pembeli pasti mampir di telinga penjual.

Di Singapura? Jangan harap tersedia dua barang mewah ini, terutama tusuk gigi. Kalaupun ada, dijamin pemiliknya mungkin keturunan Indonesia.

Menusuk gigi, di jiran dianggap sebagai hal menjijikkan yang seharusnya dilakukan di balik toilet. Jadi, tak perlu ada tusuk gigi di meja restoran. Sehabis makan, biasanya saya langsung mencari toilet. Kemudian nongkrong di atas jambangan nyaman nan menawan, sambil menusuk-nusuk celah gigi saya, untuk berikutnya mengelap dengan tisu. Sungguh sama sekali tidak membahagiakan.

Tisu? Lho, katanya restoran di sana tak menyediakan? Ya! Jika kantong celana lupa terselipkan tisu, terpaksalah tisu toilet yang saya pakai.

Hii…jijaybajay…

Tapi mau apa lagi.
(yoh)

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Sepeda Pancal
Tentang Aku

Sepeda Pancal

July 1, 2026
Merencanakan Pensiun
Tentang Aku

Merencanakan Pensiun

November 1, 2023
Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah
Tentang Aku

Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

April 30, 2023
Next Post
Sekeluarga Singapura dan Satunya Babu Indonesia

Sekeluarga Singapura dan Satunya Babu Indonesia

Selendang Sutra Rasa Singapura

Kampung Tua Batam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Ketika Walikota Dahlan “Dicari” Ayu Ting Ting

Ketika Walikota Dahlan “Dicari” Ayu Ting Ting

15 years ago
Duh Gusti….

Duh Gusti….

9 years ago
Keluarga “Sampah”

Keluarga “Sampah”

19 years ago
Sie Jie S’pore*

Sie Jie S’pore*

14 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

ASN Batam Bebas kendaraan Cara mengajar Catatan Citizen Dollar Efisiensi Fasilitas Foto Gibran Guru Humaniora Indonesia Jatim Koran Kurs Lee Kwan yeo Malang Malaysia Manajemen Netizen Olahraga Pajak Pedagang Pembaca lansia Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rotan Rupiah Secondary school Sepakbola Sepeda Sepeda pancal Singapore Singapura Taipei Taiwan Thailand Tradisional Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

Pembaca Lansia

Jalan Kaki itu Membahagiakan

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

Trending

Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
Singapura

Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal

by Sultan Yohana
October 5, 2026
0

SALAH satu hal yang paling saya khawatirkan di era yang sedemikian maju ini, era kecerdasan artifisial (AI),...

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya

September 27, 2026
Langsing dengan Tiga Cara Nyante: murah, tanpa ribet, tanpa siksaan

Langsing dengan Tiga Cara Nyante: murah, tanpa ribet, tanpa siksaan

September 19, 2026
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

September 7, 2026
Pembaca Lansia

Pembaca Lansia

September 3, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana