: Sekali lagi tentang Kartolo, panutan saya itu. Semisal, jika ada yang bertanya, "siapa (k)yai panutan saya?" Saya akan dengan...
: Tiga Pria yang tak pernah Menua Tentu saja ketiganya tidak bisa dikatakan muda. Tapi, ketika kawan-kawan sebanyanya mulai sakit-sakitan,...
: Kenapa Engkau Bersama Si Miskin Saja? Sejak merantau 15 tahun silam, jika ndak salah ingat, baru empat kali saya Berlebaran di...
: Gelagapan menumbuhkan kecurigaan. Saya masih ingat pengalaman satu kawan dengan Imigrasi Singapura. Ketika itu kami serombongan kantor, 20 orang, hendak...
: Musuh utama: tidak kuat jalan kaki. Di ruang kosong memanjang selebar sekitar satu setengah meter di belakang toko pakaian Hang...
: Ayo kembali menjadi manusia lagi. (Tulisan ini sudah sejak Desember 2015 saya susun, tapi lupa saya upload, dan baru...
: Rindu Singapura pada Pengemis. Di depan mall bernama JEM di daerah Jurong, saya melihat seorang pria menjual tisu. Tubuhnya...
: Karena anak kita bukan kita. Seperti umumnya anak "jaman sekarang", kedua anak kami, Ken dan Zak, juga senang iPad,...
: Asyik ber-Bahasa dengan pemahaman kontekstual. Tahukah Anda, kata "Mukidi" sudah populer di kalangan profesi makelar sepeda motor/mobil di Malang sejak...
: dan pelajaran tentang betapa bodohnya Indonesia Mbot'he. Itulah nama di kampung saya untuk talas yang wujudnya seperti di foto....