Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Indonesiaku

Berhentilah Mengkritik!

Saatnya Menghukum Pemerintah!

Sultan Yohana by Sultan Yohana
January 25, 2026
in Indonesiaku
1
Berhentilah Mengkritik!
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEMUDA di samping saya ini, Asyik, 18 tahun, adalah yang termuda di grup sepakbola Minggu kami. Seusia anak sulung saya. Ia ramping, pandai menggocek, dan punya stamina yang baik, meski larinya yang lunak, tidak secepat saya, yang tahun ini berusia 48 tahun.


BAGAIMANA orang seusia saya masih bisa berlari lebih cepat dari Asyik? Sepiring menu makan siang inilah kuncinya: sebutir alpukat, pisang, telur ceplok bertabur dikit garam, serta taburan bijih selasih. Juga, tentu saja, atas kehendak Semesta.

Murah, dan bahan-bahannya tak diimpor!

Usia bukanlah alasan untuk kita, menghentikan kenikmatan-kenikmatan yang sebelumnya enjoy kita lakukan. Usia tidak hanya sekedar angka! Lebih dari itu, banyak sedikitnya angka itu juga bisa menunjukkan, seberapa banyak nilai dan kebaikan-kebaikan yang bisa kita peras dari umur yang dianugerahkan pada kita. Seberapa banyak kebaikan-kebaikan Semesta yang bisa kita panen.

Banyak yang mengatakan, kian tua usia, harusnya kian mendekatkan diri dengan Tuhan! Pemalas yang bodoh pasti menelan mentah-mentah nasihat ini! Tapi jika Anda kerap berkunjung ke rumahsakit – sebagaimana saya yang 11 tahun menjadi wartawan kriminal – Anda pasti tahu, Tuhan justru enggan didekati dengan kebodohan dan kemalasan.

Come on, kawan! Percayalah, satu-satunya ketakutan negara/pemerintah otiriter tanpankeadilan seperti Indonesia adalah punya rakyat yang sehat jasmani, dan memakai sehat jasmaninya untuk belajar apa saja. Termasuk belajar untuk tidak ditipu negara, serta politikus-politikus busuk itu!

Sebagai rakyat kecil-mungil nan sipil, sudah saat kita menghentikan/mengurangi kritik pada negara! Karena mereka memang tuli! Tidak punya rasa malu! Tidak bermoral! Saatnya, kini, kita MENGHUKUM mereka! Menghukum dengan cara menjadi sehat! Menjadi pintar! Menjadi mandiri!

Perlawanan terhadap negara bengis tidak hanya melalui demonstrasi dan angkat senjata semata. Menjadi sehat, pintar, dan mandiri, bagi saya, adalah perlawanan terbesar yang paling mungkin dan penting yang bisa dilakukan seorang individu, mengingat kondisi ini bisa membuat Anda bisa mengetahui apa saja permainan bengis yang sedang dimainkan negara.

Orang sehat, pintar, dan mandiri, cenderung bisa menahan diri untuk tidak terlena, terjebak aneka permainan busuk negara. Mereka tidak terlena dengan bantuan-bantuan sosial yang menjebak itu. Mereka tidak terperdaya dengan aturan-aturan busuk yang diselundupkan wakil rakyat di undang-undang kita. Mereka cenderung bisa menjaga nafsu untuk tidak diperdaya konsumerisme (yang ini adalah hasil akhir dari oligarkhi yang kerap memperalat negara).

Orang sehat, pintar, dan mandiri, mampu menabung. Bisa membelikan anak-anak mereka buku berkualitas, atau keperluan pendidikan yang lebih baik. Mampu menyeleksi berita-berita buruk. Cenderung tidak mempercayai begitu saja apa kata orang. Semua situasi baik yang bisa didapat dari orang sehat, pintar, dan mandiri inilah, yang paling DITAKUTKAN negara yang pemerintahnya bengis seperti Indonesia.

© F. Ilustrasi

Berapa pun usia Anda, ayo menjadi sehat jasmani dan rokhani! Bukan menjadi manusia paruh baya yang sakit-sakitan, lalu tiap hari curhat di media sosial sambal memaki-maki apa saja yang dia bisa!

Bukan menjadi manusia paruh baya yang sakit-sakitan, lalu tiap hari curhat di media sosial sambal memaki-maki apa saja yang dia bisa!

Oh ya, foto kami berdua, terambil pada Minggu (4/1), sepakbola pertama di tahun 2026.

(*)

Tags: CatatanOpini
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Keteladanan Lee Kuan Yew
Indonesiaku

Keteladanan Lee Kuan Yew

November 10, 2025
Ketika Sedolar Nilainya Rp13.157
Indonesiaku

Ketika Sedolar Nilainya Rp13.157

May 3, 2025
Politik(us) & Komunis
Indonesiaku

Politik(us) & Komunis

September 19, 2017
Next Post
Ekon

Ekon

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Tidak Ada "Kota Hantu" di Singapura

Comments 1

  1. Pingback: Berhentilah Mengkritik! – GoWest.ID

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Kisah Cinta Dua Singa (3)

Kisah Cinta Dua Singa (3)

18 years ago
Barang Seken dari Singapura

Barang Seken dari Singapura

5 years ago
Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

3 years ago
Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

12 months ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan
No Result
View All Result

Highlights

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Trending

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

by Sultan Yohana
May 27, 2026
0

SETIAP hari di blok kami, di Ang Mo Kio Avenue 4, seorang kurir paket online, dengan ratusan...

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana