Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Sultan Yohana by Sultan Yohana
May 27, 2026
in Singapura
0
Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SETIAP hari di blok kami, di Ang Mo Kio Avenue 4, seorang kurir paket online, dengan ratusan paket, memilah-milah paket yang menjadi tanggungjawabnya, di lantai bawah yang terbuka. Mengklasifikasi berdasarkan lantai. Paket-paket itu, besar dan kecil, digeletakkan begitu saja di lantai, begitu juga dengan tas dia. Bahkan ketika ia mulai mengirim itu paket ke rumah demi rumah, paket yang belum dapat bagian, tergeletak begitu saja tanpa seorang pun yang menjaga.

Padahal di situ, ratusan orang berlalu-lalang. Warga yang tinggal maupun bukan. Isi paket itu pula, saya yakin banyak yang mahal.

Jika ada satu orang lewat iseng, ngentit satu paket saja, bakal bermasalah itu mas kurir, dan ngentit begitu mudah sekali. Tapi, sejauh ini, belum ada laporan kehilangan. Ini menunjukkan, bagaimana keaman di kehidupan Singapura begitu terjaga. Sampai-sampai barang-barang berharga, digeletakkan begitu saja tanpa dijaga.

Kondisi ini mengingatkan saya pada kampung saya, Malang, dekade 80an. Ketika itu saya usia sekolah dasar. Di Singosari misalnya, salah satu kota kecamatan Malang, petani yang baru saja memanen dan merontokkan padi, kerap membiarkan begitu saja padi-padi yang sudah disimpan di karung-karung, di tengah sawah hingga semalaman. Tidak ada orang yang mau mengambil, meski padi-padi tak dijaga. Di tempat paman saya, di Karangploso, kecamatan sebelah, bawang putih atau merah yang dipanen dan dikeringkan, lalu disusun di bambu-bambu, ditaruh begitu saja di halaman depan rumah hingga kering dan siap dijual. Tidak perlu dijaga, tidak pula takut dicuri. Tetangga, kalau butuh satu dua genggam bawang atau cabe, ya tinggal minta saja.

Begitu amannya kampungku, dekade 80an lalu. Tak ada jambret, tak ada maling motor, tak ada tukang perkosa, tak ada tentara atau polisi yang suka menyiram air keras pada warga negara yang seharusnya ia lindungi. Paling, satu-dua rumah orang kaya dibobol, dan dicuri TV-nya. Itupun, serasa sudah menjadi berita yang luar biasa besar. Polisi nyaris tak pernah punya “pekerjaan” penting, kecuali sekedar menghadiri undangan hajatan orang penting di kampung. Tawuran antarkampung, seringkali diselesaikan secara kekeluargaan di hadapan polisi tanpa perlu “uang perdamaian”.

Lucunya, Singapura di era 80an, juga 70an, malah beken dengan tingginya angka kejahatan masyarakat. Iklan-iklan layanan masyarakat waktu itu, banyak yang bertema “awas jambret” atau “hati-hati maling”. Bahkan para penjahat begitu berani, menjambret kalung atau gelang para wanita saat di lift. Hal yang kini, tentu saja sudah tidak ada lagi.

Rasa aman itu mahal, dan dulu kita pernah memilikinya. Dulu! Tapi kini hilang entah dicuri siapa…

(*)

Catatan foto: paket-paket yang digeletakkan begitu saja, tanpa ada yang jaga.

Tags: BatamCatatanSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Singapura Maju karena Sastra?
Singapura

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik
Singapura

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Singapura

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

March 30, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Kisah dalam Sepiring Char Kway Teow: dan perbedaan melangit antara dolar dan ringgit

Kisah dalam Sepiring Char Kway Teow: dan perbedaan melangit antara dolar dan ringgit

2 years ago
Ala Kadarnya, Imlek 2021 Chinatown di Singapura

Ala Kadarnya, Imlek 2021 Chinatown di Singapura

5 years ago
Kejamnya dengan Uang

Kejamnya dengan Uang

9 years ago
Gadis China yang Tidak pernah Pakai Alas Kaki

Gadis China yang Tidak pernah Pakai Alas Kaki

1 year ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan
No Result
View All Result

Highlights

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Trending

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

by Sultan Yohana
May 27, 2026
0

SETIAP hari di blok kami, di Ang Mo Kio Avenue 4, seorang kurir paket online, dengan ratusan...

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana