Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Humaniora

Dua Bapak dengan Balita mereka

Sultan Yohana by Sultan Yohana
June 21, 2026
in Humaniora
0
Dua Bapak dengan Balita mereka
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

UDARA Da Nang, Vietnam, Jumat (5/6/2026) siang kemarin begitu teriknya. 34 derajat celcius. Perut kami sedikit keroncongan, begitu keluar dari bandara. Istri mengajak mampir di warung roti yang luas, untuk ngadem, sekaligus makan siang, sebelum pergi ke tempat Kami menginap. Di lantai dua, warung yang agak sepi, kami memilih meriung di sana. Di deretan sofa-sofa warna krem yang melenakan.


SEBENTAR kemudian, seorang lelaki 40an tahun, bule, datang bersama anak perempuannya yang berusia sekitar 4 tahun. Mereka mengambil tempat duduk di sofa berjarak sekitar 7 meter dari tempat duduk kami. Perhatikan saya, sejenak, teralih pada keduanya.

Si balita aktif dan berani sekali. Ia kemudian lari ke arena bermain di sebelah sofa mereka duduk. Si Bapak, setelah meletakkan barang dan makanan/minuman pesanannya di meja, segera berdiri. Mengawasi dengan seksama, sembari sesekali main dengan anaknya. Terlihat, gembira sekali keduanya.

Saya sangat menyukai pemandangan seperti ini.

Ndilalah, seperempat jam kemudian, seorang pria, lokal, usia sekitar 40an tahun, datang juga membawa anak balitanya. Sekitar 3 tahunan. Ia mengambil tempat duduk pas di sebelah saya. Dua kursi di samping si bule. Jam tangan mahal warna hijau yang melingkari pergelangan kirinya, serta rambut cepak dan postur tubuh, bisa menjelaskan kira-kira apa statusnya.

Begitu duduk, kedua kakinya segera diletakkan di atas meja. Semeja dengan makanan pesanan mereka. Anaknya, seperti terbiasa melihat kebiasaan jorok bapaknya, melepas sepatu, dan meletakkan sepatunya juga di atas meja. Ia kemudian berlari ke arena bermain, tempat di mana si bule balita main. Tak ada usaha apa-apa dari si bapak, untuk mengoreksi kesalahan anaknya meletakkan sepatu di atas meja. Ia bahkan membiarkan itu sepatu selamanya di sana.

Si bapak, begitu pantatnya menempel sofa, perhatiannya langsung tercekat ke HPnya. Tanpa bisa teralihkan pada yang lain, bahkan tidak pada anaknya yang sedang bermain.

Saya memperhatikan semua adegan ITU dengan seksama. Memperhatikan bagaimana si balita lokal, terlihat takut dan malu-malu ketika si balita bule mengajaknya main bersama. Saya memperhatikan si bapak bule terus memperhatikan dan mengekor putrinya main, sementara si bapak lokal hanya peduli dengan HPnya.

Bahkan ketika si balita lokal menghilang bersama si balita bule ke ruang sebelah, si bapak lokal hanya berteriak keras memanggil anaknya, tanpa sekalipun mengangkat pantatnya untuk pergi melihat putranya. Sementara si bapak bule, dengan kesabarannya, terus mengikuti ke manapun anaknya pergi.

Dua hal yang benar-benar kontradiksi.

Kita seringkali – bahkan mungkin selalu – mengukur maju-tidaknya satu negara, dari kekayaan, kedigjayaan, atau pengaruh multinational yang dimiliki satu negara. Kita seringkali silap, pada apa-apa hal sederhana kenapa sebuah negara disebut maju atau mundur. Kontradiksi yang ditunjukkan oleh dua bapak di warung roti dalam mengasuh anak-anak mereka, seharusnya bisa menunjukkan, bagaimana kita memalukan peradaban.

Manusia memang kerap menyepelekan, bahkan mempersetankan contoh-contoh sederhana di sekelilingnya. Hal yang sejak 14 abad silam, telah diperingatkan dengan tegas oleh Quran. Hal-hal sederhana, yang justru bisa memanusiawikan manusia.

(*)

Tags: CatatanHumanioraVietnam
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan
Humaniora

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

June 17, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum
Humaniora

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Dua Karakter Berbeda Orangtua
Humaniora

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Bagaimana Batam?*

20 years ago

$6.6 Billion Bonanza

15 years ago
Dilarang Pintar

Dilarang Pintar

16 years ago
Wushh…, Ini Terowongan MRT Singapura

Wushh…, Ini Terowongan MRT Singapura

5 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Fasilitas Foto Gadis China Guru Humaniora Indonesia Jatim Johor Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Opini Orang tua Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sastra Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Singapura Maju karena Sastra?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Trending

Dua Bapak dengan Balita mereka
Humaniora

Dua Bapak dengan Balita mereka

by Sultan Yohana
June 21, 2026
0

UDARA Da Nang, Vietnam, Jumat (5/6/2026) siang kemarin begitu teriknya. 34 derajat celcius. Perut kami sedikit keroncongan,...

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

June 17, 2026
Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana