Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Humaniora

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Sultan Yohana by Sultan Yohana
June 17, 2026
in Humaniora
0
Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


JUDUL di atas adalah salah satu sari dari pengalaman saya yang gemar jogging, setidaknya dalam 14 tahun terakhir. Setelah jogging pagi, biasanya, saya sempatkan “memanjakan diri” dengan mampir ke mana-mana saya suka.

Maklum, pengangguran. Hehehe. Kadangkala mampir kedai kopi, nongkrong sambil melototi orang-orang yang pergi kerja. Atau sekedar jalan ke mall cuci mata. Kadangpula blusukan ke pasar basah belanja kebutuhan sehari-hari. Sambil masih dengan pakaian jogging yang basah kuyub oleh keringat, dan sepatu lari; kaki-kaki saya justru akan terasa pegal dan linu-linu, setelah beberapa saat jalan kaki, “memanjakan diri” itu. Hal yang justru sebelumnya tidak saya rasakan saat lari.

Semula saya pikir, mungkin kaki kecapek’an. Lama-lama saya perhatikan, pegal-linu itu muncul setiap kali saya jalan kaki dengan sepatu lari. Saya tidak menemukan masalah serupa, manakala jalan dengan sepatu barefoot, boot, atau sandal jepit.

Penasaran, saya Googling ini masalah. Beberapa artikel yang saya baca menjelaskan, sepatu lari memang dirancang khusus untuk berlari, dan anatomi tubuh kita saat berlari dan jalan kaki, itu berbeda. Itu yang membuat sepatu lari tak bisa dipakai untuk jalan kaki dalam waktu yang lama/panjang.

Kita sering tergoda, saat mencoba sepatu lari yang memang dirancang sangat nyaman, empuk, dan ringan. Kita berpikir, semua kenyamanan yang ditawarkan sepatu lari, pasti sangat sip jika dipakai sehari-hari, jalan kaki. Tapi justru, sepengalaman saya, semua kenyamanan itu, bisa menjadi “bencana” yang menyakitkan.

Pernah, saat pelesir ke Taiwan, saya memakai sepatu running trail, karena saya pikir akan banyak naik-turun bentang alam saat pelesiran.

Di bandara Singapura, tiba-tiba kaki saya terasa sakit dengan hebat. Semula saya ndak tahu sakit itu disebabkan salah pilih sepatu. Setelah memastikan memang sepatu yang menjadi sumber sakit, sesampainya di Taiwan, hal pertama adalah membeli sepatu jalan. Rasa sakit itu, kemudian hilang, begitu sepatu berganti.

Jangan pernah pergi pelesiran dengan sepatu lari! Apalagi pelesirannya ke tempat yang mengharuskan banyak jalan kaki seperti di Singapura. Itu bisa membuat Anda benar-benar tersiksa, hingga terlupa menikmati pelesiran Anda.

(*)

Tags: OlahragaSepatu joggingSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum
Humaniora

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Dua Karakter Berbeda Orangtua
Humaniora

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026
Bebas Merdeka tanpa Kendaraan
Humaniora

Bebas Merdeka tanpa Kendaraan

December 26, 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

3 years ago

Dia Mengatai Saya Anjing Jalanan

21 years ago
Sepasang Cinta

Sepasang Cinta

19 years ago
Upah Minimum Singapura

Upah Minimum Singapura

13 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Fasilitas Foto Gadis China Guru Humaniora Indonesia Jatim Johor Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Opini Orang tua Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sastra Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Singapura Maju karena Sastra?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Trending

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan
Humaniora

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

by Sultan Yohana
June 17, 2026
0

JUDUL di atas adalah salah satu sari dari pengalaman saya yang gemar jogging, setidaknya dalam 14 tahun...

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana