Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Humaniora

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Sultan Yohana by Sultan Yohana
May 17, 2026
in Humaniora
0
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BEBERAPA tahun terakhir ini, kata “Baalawi” atau (Ba’alwie) terdengar kontroversi di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama. Ini tak lepas dari pendapat sebagian pihak yang meragukan klan Baalawi sebagai keturunan Rasulullah SAW. Sementara sebagian lagi, begitu mengagung-agungkan klan ini, bahkan sampai terjerumus pada kultus.


SAYA pribadi, sebagai orang NU kultur, tidak peduli apakah klan Baalawi punya garis keturunan langsung dengan Nabi SAW. Sepanjang seseorang itu baik, santun, bermoral, welas-asih, tidak menipu; apa pun keturunan dan agamanya, saya akan membalasnya dengan perlakuan serupa.

Tapi, banyak orang NU yang terlalu malas ( dan tentu saja kemudian menjadi bodoh) untuk MAU belajar dari sejarah: bahwa salah satu fungsi kedatangan Islam, justru untuk memerangi penghormatan berlebihan berdasarkan klan, kesukuan, keluarga, pangkat atau kekayaan seseorang. Ketakwaan adalah MATA UANG baru yang disodorkan Islam, sebagai alat ukur baik-buruknya seseorang. Jika kita mau konsisten dengan MATA UANG ini, saya yakin kita tak akan terjerumus pada kontroversi yang menjurus saling benci seputar keturunan Baalawi.

Jika kita mau konsisten dengan MATA UANG ini, saya yakin kita tak akan terjerumus memilih pemimpin-pemimpin “njancuki” seperti yang kini ditunjukkan oleh pemimpin-pemimpin di negeri kita ini saat ini. Jika kita mau konsisten dengan MATA UANG ini, kita pasti tidak akan tertipu dengan penampilan seseorang, dengan sorban, dengan jam tangan mewah, mobil mengkilap, dengan hidung mancung, dengan bacaan fasih Quran, atau dengan koneksi tingkat tinggi seseorang. Jika kita mau konsisten dengan MATA UANG ini, kita pasti akan dengan mudah tahu, siapa yang suka menjual “surga”, siapa yang “berdagang” agama demi kemakmuran dapurnya.

Sialnya, kita memang malas untuk belajar dari sejarah! Dan mereka yang terus menerus menjadi pemalas, tidak akan pernah naik derajat mereka. Terus menerus menjadi bodoh dan terus-menerus mudah ditipu-daya.

Bagi saya, kontroversi Baalawi adalah kebodohan yang cetho welo-welo! Terang-terangan. Memalukan. Terlepas di kubu mana Anda berada.

Okelah tentang kontroversi Baalawi di Indonesia. Selasa (7/4) siang kemarin, saya berkesempatan salat Dhuhur di Masjid Ba’alwie. Mendengar namanya saja, orang Indonesia yang punya laterbelakang NU pasti segera teringat dengan kontroversi di Tanah Air. Tapi saya tidak menemukan kontroversi begitu masuk ke dalam masjid yang terletak di kawasan pemukiman paling elit di Singapura, Bukit Timah, ini. Yang muncul justru masjid yang mirip museum. Begitu banyak benda-benda bersejarah dipamerkan di sana. Dari berbagai daerah. Benda-benda yang itu justru bisa memberitahu kita: Islam itu penuh warna dan kaya tradisi.

Monggo, silahkan dinikmati sebagian foto-foto yang saya jepret. Maaf, kualitas fotonya kurang sip, dijepret dengan HP murah.

(*)

Tags: Masjid ba'alwiMuseumSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Dua Karakter Berbeda Orangtua
Humaniora

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026
Bebas Merdeka tanpa Kendaraan
Humaniora

Bebas Merdeka tanpa Kendaraan

December 26, 2025
Pagi yang Nyaris Sempurna
Humaniora

Pagi yang Nyaris Sempurna

December 21, 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Lelaki dengan HP Sebesar Kepala Anjing

20 years ago
Si Fleksibel Panasonic Lumix DMC-ZS100/TZ100/TZ110

Si Fleksibel Panasonic Lumix DMC-ZS100/TZ100/TZ110

5 years ago
I am Mine

I am Mine

21 years ago
Kenapa (Saya) Menjadi NU?

Kenapa (Saya) Menjadi NU?

3 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan
No Result
View All Result

Highlights

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Trending

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum
Humaniora

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

by Sultan Yohana
May 17, 2026
0

BEBERAPA tahun terakhir ini, kata "Baalawi" atau (Ba'alwie) terdengar kontroversi di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama. Ini tak...

Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

March 30, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana