Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Indonesiaku

Ketika Sedolar Nilainya Rp13.157

Sultan Yohana by Sultan Yohana
May 3, 2025
in Indonesiaku
0
Ketika Sedolar Nilainya Rp13.157
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAAT krisis moneter 1998, kurs rupiah terhadap dolar Singapura terpukul hingga Rp9.950 per 1 dolar. Meski hari ini, ketika saya menarik dolar kurs yang saya bayar mencapai Rp13.157 per dolar, itu tidak serta merta menjelaskan kondisi terkini lebih buruk dari tahun 1998. Mengingat angka Rp9.950 ketika itu melonjak dengan cepat dari Rp1.700. Sementara kenaikan angka RP13.157 merangkak selama Prabowo menjadi presiden. Sebagai catatan, di akhir era Jokowi menjadi presiden, rata-rata dolar Singapura ada di angka Rp12an ribu.

Itu menunjukkan, Prabowo memang mendapat “warisan” masalah dari pendahulunya. Prabowo tidak beruntung. Prabowo sial. Kesialan yang kian menggunung ketika orang-orang yang dipilihnya untuk menjalankan roda pemerintahan, tampaknya masih orang-orangnya Jokowi.

Lalu apa arti angka Rp13.157?

Dalam skala rakyat jelata, itu bisa berarti banyak hal. Untuk saya misalnya, kawan-kawan saya di Indonesia tak akan lagi mendapat harga murah dagangan dari saya. Saya juga akan memilih menjual di Singapura saja.

Kurs Rp13.157 juga berarti Prabowo gagal mengurusi ekonomi. Setidaknya gagal mengerem kemunduran. Kurs sangat tinggi itu, mau tak mau akan menaikkan nyaris semua kebutuhan masyarakat yang produk impornya masih begitu dominan. Itu karena pengusaha cum politik Indonesia yang selama ini gemar jadi “makelar” impor, alih-alih mendukung kemajuan industri dalam negeri.

Kurs Rp13.157 juga berarti akan kian sedikit orang berbelanja. Mereka menahan diri untuk tidak menghamburkan uang demi berjaga-jaga untuk pemenuhan kebutuhan pokok. Kondisi ini kian membuat lesu ekonomi. Anda yang penjual gorengan misalnya, siap-siaplah mengurangi kuantitas dagangan Anda.

Tapi, kurs Rp13.157 juga ada kabar gembiranya. Mbak-mbak TKI tentu sumringah, bisa mengirim duit ke kampung lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Pengekspor juga dibuat gembira, karena bisa mendapatkan “durian runtuh” dari perbedaan kurs yang tinggi itu.

Ada kabar sedih, ada gembira. Ya, memang begitulah hidup manusia. Nikmati saja!!!

(*)

Tags: BatamDollarIndonesiaJatimKursMalangRupiahSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Berhentilah Mengkritik!
Indonesiaku

Berhentilah Mengkritik!

January 25, 2026
Keteladanan Lee Kuan Yew
Indonesiaku

Keteladanan Lee Kuan Yew

November 10, 2025
Politik(us) & Komunis
Indonesiaku

Politik(us) & Komunis

September 19, 2017
Next Post
Efisiensi: Ikhtiar bagaimana Singapura menjadi maju

Efisiensi: Ikhtiar bagaimana Singapura menjadi maju

Bolehkan Mencuri Sesuatu yang Mubadzir?

Bolehkan Mencuri Sesuatu yang Mubadzir?

Kita Adalah Orangtua Kandung Premanisme: dan dua buku yang menjelaskan fenomena premanisme

Kita Adalah Orangtua Kandung Premanisme: dan dua buku yang menjelaskan fenomena premanisme

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Begini Kebiasaan Orang Asli Singapura di Eskalator

Begini Kebiasaan Orang Asli Singapura di Eskalator

5 years ago
Tujuh Hari Pertama, Aku Menyerah

Tujuh Hari Pertama, Aku Menyerah

21 years ago
Tentang Nafkah Halal

Tentang Nafkah Halal

11 years ago
Spore: Resep Jitu Stop Merokok

Spore: Resep Jitu Stop Merokok

15 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Alas kaki Anak Batam Cara mengajar Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Fasilitas Foto Gadis China Guru Humaniora Indonesia Jatim Johor Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Orang tua Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sepakbola Sepatu jogging Sepeda Sepeda pancal Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Singapura Maju karena Sastra?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Trending

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura
Singapura

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

by Sultan Yohana
July 12, 2026
0

BEBERAPA hari lalu, istri saya bercerita soal kasus beberapa kawan kerjanya yang tengah diselidiki sekolah. Gara-garanya, bagi...

Sepeda Pancal

Sepeda Pancal

July 1, 2026
Dua Bapak dengan Balita mereka

Dua Bapak dengan Balita mereka

June 21, 2026
Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

June 17, 2026
Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana