Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Tentang Aku

Ken, Atawa Kisah Cinta Dua Singa

Sultan Yohana by Sultan Yohana
February 3, 2008
in Tentang Aku
0
Ken, Atawa Kisah Cinta Dua Singa
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

:Ken Danis Yohana Chua

Kubisikkan kalimat ini pada Ken: kelak kau akan seperkasa Ken Arok! Perampok yang kemudian menyatukan Nusantara di bawah Kerajaan Singosari.

Perampok itu tidak jelek, Nak! Itu jika kau merasa tidak ada cara lain untuk membuat keadaan menjadi baik. Tidak ada cara lain untuk merebut keadilan. Kenapa bapakmu memilihkan kau nama Ken? Kenapa di pertama kau lahir hingga bisa menendang, bapak membiarkanmu menangis sendiri? Belajar merangkak seorang diri? Karena kau, Ken, hasil percintaan dua Singa.

Ibumu singa? Mungkin kau lebih tahu itu, Ken. Ketika mulut mungilmu serakah menghisap sari-sari kesingaan ibumu, kau pasti telah merasakan itu. Merasakan sebuah kegairahan petualangan yang begitu menggila. Ketika air susu yang kau hisap itu sedikit demi sedikit merajut tubuhmu, kau akan rasakan, betapa ibumu adalah kegairahan. Ibumu, singa itu, adalah cintaku. Ketika dia memilih menderita dengan mencintaiku, itulah sebenar-benarnya singa, Ken!

Bapakmu mungkin yang justru bukan sebenarnya singa! Tapi di darahmu, mengalir darah Ken Arok! Bapakmu lahir, hanya sepelemparan batu dari tempat di mana Ken Arok tengah menggagahi Kendedes. Wanita cantik hasil rampokan dari Bupati Tumapel, Tunggul Ametung, yang kemudian diperistrinya.

Kakek buyut kita mungkin bukan Ken Arok yang melegenda itu. Kakek buyut kita mungkin hanya abdinya. Mungkin cuma tukang basuh kakinya. Atau justru lawan politiknya! Tapi tahukah kau, Ken! Kakek buyut kita tetap orang Singosari.

Ada jejak Singosari di kebesaran Nusantara ini, Nak! Juga raja-raja yang pernah memerintahnya. Dari Raden Wijaya pendiri Majapahit, hingga Sultan Hamengkubowono X yang kini getol umbar pamor untuk mencalonkan diri jadi presiden republik ini. Dan kau, Ken, beruntung berada di pusarannya.

Semuanya memang serba tak pasti. Semuanya serba berkemungkinan. Namun juga, di tubuh kita, sama besarnya berkemungkinan itu, bahwa yang mengaliri darah kita adalah darah Ken Arok. Darah Ken Dedes. Darah Ken Umang. Bukankah sejarah hanya sebuah omong kosong! Rekayasa! Jadi, terserah kita mau menulis apa. Mau mengaku apa. Asal ada tanggungjawab sikap di dalamnya.

Bapak masih ingat, Ken. Ketika nenekmu setiap malam sebelum bapak tidur, menceritakan kehebatan kakek buyut kita menghadapi ketidakadilan. Ada hutan belantara di cerita nenek. Ada tangis, derap kaki kuda-kuda, tertawa, pernikahan, kematian, pengkhianatan, kejayaan, darah, dan keindahan. Ada dengung lantun puji-pujian pada Tuhan. Juga, sebuah kepasrahan yang selalu kudengungkan di telingamu sewaktu kau masih merah: Astaughfirullah robbal baroyah… astaughfirullah minal khodoyah…

Okelah Ken Danis. Mungkin ketika kau sudah bisa berinternet dan membaca tulisan bapakmu ini, kau akan berpikir, “betapa naifnya bapakku yang di otaknya masih tercemar romantisme feodal di jaman internet seperti ini. Priyayen.”

Jika kelak kau berpikir demikian, aku jelas tidak akan tersinggung. Sebaliknya, aku merasa telah membesarkanmu dengan sebenar-benarnya. Bahwa kau tumbuh dan membesar, tidak terjebak dalam sebuah kebanggaan feodal. Kenaifan. Yang saat ini justru membonceng erat di kehidupan dunia kapital. Sebagai bapak, aku ingin menghindarkanmu dari dunia feodal, sekaligus melindungi dari kejamnya kapital. Bapak berharap, satu set jins Levi’s yang dibelikan omamu ketika kau masih merah, Baby Gap yang dibelikan ibumu, serta jaket Espirit hitam yang dihadiahkan untukmu, tidak untuk bangga-banggan. Buang semua itu! Dan berpikirlah bahwa kapitalis itu ada untuk kau khianati. Bukan kau boncengi!

Tidak, Nak! Bapak tidak menulis tulisan ini dalam sebuah fondasi feodal. Jauh hari sebelum bapak jatuh cinta dengan ibumu, bapak sudah melakukan pemberontakan terhadap tatanan budaya di lingkungan bapak yang berbau feodal. Pemberontakan terhadap nilai-nilai yang bapak anggap kampungan, tidak manusiawi, anti-toleran, dan anti-kemapanan. Bapak tumbuh dengan kesadaran penuh, bahwa setiap pasang kaki siapa pun berhak berjalan tegap tanpa ada satupun kedigjayaan yang melarangnya.

Dan bapak, hanya ingin kau dengan kaki-kakimu, berjalan setegap mungkin. Berjalan sejauh mungkin. Seberani mungkin. Dengan tetap mengingat kampungmu yang indah dikelilingi Gunung Arjuna dan Semeru. Karena kau, Ken! Sebuah kisah percintaan dua singa.

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Sepeda Pancal
Tentang Aku

Sepeda Pancal

July 1, 2026
Merencanakan Pensiun
Tentang Aku

Merencanakan Pensiun

November 1, 2023
Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah
Tentang Aku

Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

April 30, 2023
Next Post
Ah Meng dan Lubang Jalan

Ah Meng dan Lubang Jalan

Ningsih dan Gaji Dolarnya

Kisah Cinta Dua Singa (2)

Kisah Cinta Dua Singa (2)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Perempuan Berwajah Hancur*

Perempuan Berwajah Hancur*

14 years ago
Si Fleksibel Panasonic Lumix DMC-ZS100/TZ100/TZ110

Si Fleksibel Panasonic Lumix DMC-ZS100/TZ100/TZ110

6 years ago
Keteladanan Lee Kuan Yew

Keteladanan Lee Kuan Yew

10 months ago
Ini Tempat Menyimpan Abu Jenazah Terbesar di Singapura

Ini Tempat Menyimpan Abu Jenazah Terbesar di Singapura

6 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Batam Cara mengajar Catatan Citizen Dollar Efisiensi Ekon Fasilitas Foto Guru Humaniora Indonesia Jatim Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Olahraga Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan PNS Premanisme Profesi rasa singapura Rotan Rupiah Sastra Secondary school Sepakbola Sepatu jogging Sepeda Sepeda pancal Singapore Singapura Taipei Taiwan Tradisional Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

Sepeda Pancal

Dua Bapak dengan Balita mereka

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Trending

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Singapura

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

by Sultan Yohana
September 7, 2026
0

SAYA pemegang sertifikat Food Safety Course (FSC) yang dikeluarkan Singapore Food Agency. Sertifikat ini, wajib saya miliki,...

Pembaca Lansia

Pembaca Lansia

September 3, 2026
Jalan Kaki itu Membahagiakan

Jalan Kaki itu Membahagiakan

August 23, 2026
Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

August 17, 2026
Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

July 23, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana