Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Tentang Aku

Enak Menulis Enak

Sultan Yohana by Sultan Yohana
November 27, 2007
in Tentang Aku
0
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu ketika, seorang teman melempar tanya pada saya. Todongnya, “apa sih enaknya nulis?”. Karena kebetulan dia suka dugem, saya balik melempar tanya, “lha ente, apa enaknya dugem?”

Dia ketawa. Sesaat, dihisapnya dalam-dalam batang Sampoerna Mild yang sudah terbakar separuh. Dan saya meloloskan sebatang rokok merek sama miliknya. “Asyik aja”, jawabnya pendek. Saya juga menjawab dengan kata-kata yang sama atas pertanyaannya. Fair, bukan!

Banyak kalangan menganggap, menulis itu susahnya minta ampun. Lebih baik cerita langsung ketimbang menulis. Kebetulan saya sekarang dipercaya mengasuh halaman “Lembaran Kelam” di POSMETRO Kepulauan Riau. Di halaman itu, saya selipkan nomor HP dan e-mail saya, mengundang siapa saja yang punya cerita sedih dan tragis untuk berbagi dengan pembaca POSMETRO. Ratusan SMS saya terima. Tapi, tak satupun ada yang mau menulis lewat surat.

Ketika saya minta mereka mencurahkan kisahnya lewat surat, saya peroleh banyak jawaban berupa gelengan kepala. Ogah. “Ketemu aja deh, nanti saya ceritakan langsung. Saya nggak bisa kalau menulis,” begitu kira-kira SMS balasan yang sering saya terima. Sejauh ini, hanya sebuah e-mail curhat yang mampir ke e-mail saya. Itupun ceritanya ngalor-ngidul kagak karuan. Ironis.

Tapi tunggu dulu! Yang dimaksud susah di sini menulis apaan? Menulis blog? Surat pribadi? Proposal? Atau menulis pakai SMS? Murid-murid saya di SMP Bengkong jago-jago menulis surat pribadi. Mereka juga jago ber-SMS ria. Jago ngobrol sampai-sampai pelajaran saya tak pernah peroleh perhatian. Dan kalau diminta menulis sebuah cerita/kisah penuh khayalan, penuh imajinasi, kagak bisa babar-blas.

Ada banyak orang yang punya daya imajinasi tinggi, tapi letoy kalau disuruh menulis. Ada pula yang IQ-nya super, tapi menyusun kalimat-kalimat efektif saja tidak bisa. Di sini saya memberanikan diri menyimpulkan, enak menulis yang enak itu tidak butuh orang yang pinter-pinter amat. Orang tidak harus lulus Oxford University untuk bisa menulis enak. Tidak juga jadi “pujangga menara gading” untuk bisa enak menulis. Untuk bisa menulis, syaratnya cukup jadi manusia biasa saja.

Menjadi manusia yang gemar nongkrong. Gemar ngobrol dengan semua kalangan. Gemar ngopi di warung-warung nyungsep nan kotor. Gemar baca. Gemar seks (beberapa orang mensyaratkan demikian, he-he). Gemar memperhatikan bahasa tubuh orang lain. Gemar nonton film Hollywood (terutama yang bintangnya Julia Robert idola saya). Gemar ke toko loakan. Gemar memperhatikan apa pun. Dan gemar-gemar yang lainnya.

Mudah, bukan!

Setelah gemar apa saja, jangan lupa kegemaran diteruskan dengan gemar corat-coret. Kalau sekarang ada blog, ya gemar-gemarlah nulis di blog. Tulis apa saja. Tulis dengan percaya diri. Dengan catatan, tulisan yang enak dibaca selalu tulisan yang runut dan beralur cerita yang tidak putus-putus. Juga tidak meloncat-loncat. Apalagi sampai terputus.

Pelajaran mengarang di SD soal kerangka karangan, bisa menjadi panduan menulis yang mumpuni. Setiap paragraf punya satu ide/kalimat pokok. Kemudian dibumbui dengan beberapa ide/kalimat penjelas. Dan, ketika akan meloncat dari satu paragraf ke paragraf berikutnya, jangan lupa selipkan kalimat penghubung! Bingung? Saya juga. He-he-he. Pokoknya harus runut deh!

Memulai menulis (apa saja, terutama untuk posting blog yang berkemungkinan dibaca orang lain), ini biasa yang sulit untuk orang yang tidak biasa menulis. Memulai menulis, terkadang kita terjebak untuk menghadirkan hal-hal yang luar biasa. Hal-hal fantastik. Hal-hal yang bisa menunjukkan “kehebatan” kita. Ke-intelektualan kita. Ujung-ujungnya, di bagian tulisan berikutnya, kedodoran. Kehabisan ide. Ancur. Saran saya, mulailah dengan sesuatu yang sederhana. Apa adanya dan terus mengalir lancar.

Kalimat yang panjang membuat kita kecapekan. Memakai banyak akronim atau singkatan, membuat mata ogah membaca. Salah tulis, mencerminkan ketidakmampuan kita memanajemen diri sendiri. Sering menggunakan tanda baca salah, menciptakan malapetaka. Sok berbahasa asing, ini penyakit yang harus diperangi!!! Majalah Tempo yang punya slogan “enak dibaca dan perlu” kerap menggunakan kata-kata “ndeso” asal lebih populer di telinga dan mata kita. Kita korbankan rasa intelektual kita, untuk sebuah pencapaian tulisan yang enak dibaca.

Setelah selesai, jangan lupa tulisan kita edit dengan sejeli mungkin. Sederhana bukan.
Menulis dengan enak (baca: enjoy!) akan menghasilkan tulisan yang enak (dibaca).

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Merencanakan Pensiun
Tentang Aku

Merencanakan Pensiun

November 1, 2023
Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah
Tentang Aku

Gigi Ompong dan Penyesalan yang Berhikmah

April 30, 2023
Dari Gudig hingga Rebutan Cewek
Tentang Aku

Dari Gudig hingga Rebutan Cewek

October 10, 2017
Next Post
Di Bulungan, Hasan Bersajak

Di Bulungan, Hasan Bersajak

Hari "Sunat" Nasional

Madam Dog

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Tanpa Cekikan di Changi

Tanpa Cekikan di Changi

14 years ago

Batam Seksi, yang Bernisan

18 years ago
Mbah Satiman, Kearifan Indonesia

Mbah Satiman, Kearifan Indonesia

16 years ago
Foto yang (pernah) Ditolak

Foto yang (pernah) Ditolak

17 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Abdul Gofur Ac Air minum Alas kaki Batam Bebas kendaraan Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etnis Fasilitas Foto Gadis China Gibran Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Lee Kwan yeo Malang Malaysia Masjid Mudik Opini Orang tua Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Thailand
No Result
View All Result

Highlights

Berhentilah Mengkritik!

Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Bebas Merdeka tanpa Kendaraan

Pagi yang Nyaris Sempurna

KH Bisri, Rais Aam yang Mengajar Bocah Baca Quran

Sepakbola Sederhana!

Trending

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Singapura

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

by Sultan Yohana
March 30, 2026
0

BUS nomor 242 yang membawa saya sore ini (10/2/2026), memasuki kawasan baru. Tengah nama kawasan itu. Sepanjang...

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026
Ekon

Ekon

February 4, 2026
Berhentilah Mengkritik!

Berhentilah Mengkritik!

January 25, 2026
Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

January 5, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana