Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Bola Bolaisme

Indra Sjafri dan Pencarian Bakat Itu

: serta sepakbola Singapura yang begitu buruknya.

Sultan Yohana by Sultan Yohana
May 31, 2023
in Bolaisme
0
Indra Sjafri dan Pencarian Bakat Itu
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap hari Minggu, saya memotret orang main bola. Di kompetisi amatir liga Singapura. Jadwal mainnya, seringkali “brengsek” sekali. Kalau tak main jam 11 pagi, biasanya main jam 1 siang. Ketika cuaca lagi terik-teriknya. Apalagi sebulan terakhir ini, Singapura dilanda “gelombang panas” yang bisa membuat suhu siang hari mencapai 35 derajat. 13 Mei 2023 lalu, bahkan, rekor udara terpanas Singapura yang bertahan selama 40 tahun, pecah. Ketika badan cuaca sini mencatat suhu udara sebesar 37 derajat celcius.

Bayangkan, Anda main bola jam 1 siang, di udara seterik itu! Di rumput sintetis pula. Rumput yang bisa menaikkan suhu berapa derajat lebih menyengat.

Sepakbola di Singapura, seperti halnya di Indonesia; adalah kegilaan yang susah untuk dijelaskan. Di mana-mana di sudut Singapura, permaianan bola dimainkan oleh siapa saja. Oleh anak-anak, pria-pria dewasa, lanjut usia, bahkan juga remaja-remaja putri yang tidak peduli kulit mereka menghitam, terpanggang matahari. Meski liga pro Singapura jauh dari kata BAGUS secara bisnis dan profesional, namun secara sistem(atis) liga di sini berjalan dengan sangat rapih. Tidak ada praktik-praktik kotor di dalamnya. Jadwal tersusun dengan tepat. Lapangan-lapangan bagus, meski penontonnya tidak banyak.

Liga-liga amatir juga dijalankan dengan baik. Di liga amatir yang saya foto tiap pekan, saya melihat talenta-talenta bagus, yang tidak hanya kuat di stamina, tapi juga cerdas dalam permainan bola. Main bola selama 90 menit pada jam 1 siang, tentu butuh stamina yang bukan “kardus-kardus”.

Tapi, “kenapa sepakbola timnas Singapura begitu buruknya? Padahal, jika melihat orang-orang ini main, seharusnya timnas bisa lebih baik?” pertanyaan ini saya ajukan pada wasit yang memimpin pertandingan Sabtu (28/5) di lapangan SMP Compassville.

“Coba kamu lihat sekeliling lapangan ini!” si wasit menjawab pertanyaan saya dengan melemparkan teka-teki.

“Kenapa?”

“Adakah orang-orang dari asosiasi yang memperhatikan pertandingan-pertandingan ini?”

“Seingat saya tidak pernah.”

“Itulah jawaban kenapa sepakbola timnas (Singapura) buruk banget!”

Ya, bagaimana menemukan para pemain bagus, jika tak ada pencari bakat yang tiap pekan duduk, melototi permainan liga-liga amatir. Padahal, sumber-sumber talenta, ya dari sana! Pemain-pemain hebat seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Jamal Musiala, Dimitar Berbatov, N’golo Kante, dls; itu terlebih dahulu harus DITEMUKAN, sebelum kemudian “digosok” dengan hati-hati dan penuh kesabaran, untuk bisa mengeluarkan kilau mereka di kelak kemudian. Bagaimana sebongkah batu mulia bisa ditemukan, jika Anda enggan turun ke tambang, sambil membawa cangkul, mengais setiap jengkal lahan yang potensial menyimpan batu mulia?

Uang dan kegilaan bermain bola saja TIDAK CUKUP untuk membuat sepakbola suatu negara maju. Singapura kurang apa? Mereka begitu kaya raya! Lapangan-lapangan bola mereka bagus-bagus, dan siapa pun boleh memakainya. Rakyatnya gila bola. Sekolah-sekolah sepakbola juga subur bermunculan di mana-mana, termasuk sekolah sepakbola dari klub-klub beken semacam Real Madrid, Arsenal, Chelsea.

Dengan semua modal itu, seharusnya sepakbola Singapura bisa semaju negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Jika liga Singapura tidak terlalu maju karena faktor kecilnya negeri ini, setidaknya mereka bisa melahirkan pemain-pemain kelas dunia. Bahkan dengan negara sekelas Palestina (ranking 93) Burkino Faso (ranking 50) yang selalu perang saudara itu, sepakbola Singapura (ranking 158) jauh di bawahnya.

Tapi, bagaimana bisa lahir pemain dari sana, jika talenta-talenta bagus mereka tidak ada yang diperhatikan. Dipantau!

Kunci keberhasilan Indra Sjafri memoles tim nasional Indonesia, menurut saya, dimulai dari CARA REVOLUSIONER-nya berkeliling Indonesia secara langsung, mencari bakat-bakat pemain sepakbola. Bukan duduk di belakang meja sambil menunggu disodori nama-nama pemain bola, yang kita tahu, selama ini isinya cuma pemain-pemain titipan dari pengurus bola itu sendiri.

Indra merasa, ia tak bisa mempercayai sistem sepakbola Indonesia. Untuk itu ia harus “menambang” sendiri bakat-bakat bola dari orang-orang Indonesia yang memang gila bola. Untuk kemudian memolesnya dengan penuh kehati-hatian. Penuh kesabaran. Untuk kemudian, kilau anak didiknya berhasil memberikan kegembiraaan pada orang-orang Indonesia yang sudah dari sononya gila bola.

Bagaimana tidak disebut BENAR-BENAR GILA, jika pengurus dan para pandit bola di Indonesia, hidup mereka jauh lebih makmur ketimbang para pemain profesionalnya sendiri! 

Keterangan foto: foto laga liga amatir Sunday Premier League antara Pacey Blinders FC vs Oners FC, di COmpassville Secondary School, 28 Mei 2023.

Source: Sultan yohana
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Merakyatnya Sepakbola di Singapura: Karena sehat dan bersenang-senang itu mahal
Bolaisme

Merakyatnya Sepakbola di Singapura: Karena sehat dan bersenang-senang itu mahal

December 26, 2024
Tumapel Putra, Leicester, & Duit Besar China
Bolaisme

Tumapel Putra, Leicester, & Duit Besar China

May 3, 2016
Hanya orang Goblok yang Masih Cinta Arema
Bolaisme

Hanya orang Goblok yang Masih Cinta Arema

April 4, 2016
Next Post
Dapur Arang, Kampung Arang

Dapur Arang, Kampung Arang

Pria India dan Sarapan Prata-nya

Pria India dan Sarapan Prata-nya

Merencanakan Pensiun

Merencanakan Pensiun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Canon 5D Mark II Istimewa

Canon 5D Mark II Istimewa

5 years ago
Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

11 months ago
Hadiah Istimewa Itu

Hadiah Istimewa Itu

9 years ago
Kisah Cinta Dua Singa (4)

Kisah Cinta Dua Singa (4)

18 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Abdul Gofur Air minum Alas kaki Anak Batam Bebas kendaraan Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Orang tua Pajak Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Bebas Merdeka tanpa Kendaraan

Trending

Singapura Maju karena Sastra?
Singapura

Singapura Maju karena Sastra?

by Sultan Yohana
May 10, 2026
0

PERHATIAN saya tertuju pada empat lembar kertas hasil ujian pelajaran Kesusastraan yang tergeletak begitu saja di atas...

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

March 30, 2026
Dua Karakter Berbeda Orangtua

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana