Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Singapura

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Sultan Yohana by Sultan Yohana
April 24, 2026
in Singapura
0
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KETERSEDIAAN “etalase publik”. Ini adalah salah satu keuntungan dari bagusnya sebuah kota membangun transportasi publik mereka. “Etalase publik”, yang secara sengaja bisa diakses ratusan ribu, bahkan jutaan tiap hari, dan dengan itu, memberi begitu banyak potensi peluang keuntungan materi maupun fungsi sesial bagi negara/pemerintah daerah.

“Etalase publik” dengan sendirinya muncul dari terbangunnya stasiun kereta, halte, terminal bus, atau armada transportasi itu sendiri. Di tembok-tembok stasiun atau terminal. Di badan bus atau kereta itu sendiri. Di sepanjang jalan tempat masyarakat mengakses transportasi publik; semua berpotensi menjadi ladang atau sumber keuntungan. Bisa untuk dipasangi iklan. Bisa untuk iklan layanan masyarakat. Bisa untuk mengedukasi. Bahkan, di Singapura, beberapa “etalase publik” dipakai untuk memamerkan karya seni seperti foto, lukisan, maupun seni instalasi. Ruang-ruang lain yang tercipta juga bisa disewakan untuk usaha.

Transportasi publik yang bagus, tidak hanya menyediakan layanan angkutan massal yang bagus. Lewat “etalase publik”, juga akan tercipta ruang pembelajaran masyarakat yang bagus. Dari interaksi sosial yang intens di antara pengguna transportasi publik, kepedulian dan pembelajaran sosial mereka terasah. Belajar antri. Belajar memberi tempat duduk kepada yang membutuhkan. Belajar berkomunikasi atau ngobrol dengan orang asing. Belajar memperhatikan detail. Inspirasi-inspirasi bermutu juga kerap bermunculan dari interaksi itu.

Pemimpin, seniman, pemuka agama yang hebat, tidak lahir dari ketekunan mereka hanya berkutat di bangku sekolah atau tekun membaca buku semata. Mereka lahir dari ketekunan belajar serta keseksamaan memperhatikan ruang sosial. Di mana saja ruang sosial itu, termasuk di “etalase publik” yang tercipta dari transportasi publik, di pasar-pasar, di tempat-tempat nongkrong, dls.

Bukankah Alquran telah menegaskan, salah satu ciri kekasih Allah, rasul-nya, adalah kebiasaannya pergi ke pasar. Alquran tidak menyebut majelis pengajian!

Catatan foto: sebuah iklan layanan masyarakat terdisplai di stasiun mrt Woodland, Singapura, foto diambil pada 12 Februari 2026.

(*)

Tags: BatamCatatanEtalase publikNetizenSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli
Singapura

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

July 23, 2026
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura
Singapura

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

July 12, 2026
Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Next Post
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba'alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Gila, Sampah Kian Gila!

Gila, Sampah Kian Gila!


15 years ago
$$$$$$$$

Gaji Siti Bikin Ngiri

13 years ago
Keluarga “Sampah”

Keluarga “Sampah”

19 years ago
LRT Singapura; Membelah Gedung-Gedung Tinggi

LRT Singapura; Membelah Gedung-Gedung Tinggi

5 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Alas kaki Anak Batam Cara mengajar Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Fasilitas Foto Gadis China Guru Humaniora Indonesia Jatim Johor Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Orang tua Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sepakbola Sepatu jogging Sepeda Sepeda pancal Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Dua Bapak dengan Balita mereka

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Singapura Maju karena Sastra?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Trending

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli
Singapura

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

by Sultan Yohana
July 23, 2026
0

DALAM "tugas" hariannya sebagai sukarelawan untuk penyandang disabilitas, saban hari, istri saya harus menelepon seorang penyandang keterbelakangan...

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

July 12, 2026
Sepeda Pancal

Sepeda Pancal

July 1, 2026
Dua Bapak dengan Balita mereka

Dua Bapak dengan Balita mereka

June 21, 2026
Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

June 17, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana