Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Humaniora

Kemarin dia Berkata, Saya Sahabat Terbaiknya

Sultan Yohana by Sultan Yohana
October 1, 2005
in Humaniora
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin dia baru saja mengatakan, saya adalah sahabat terbaik yang dimilikinya. Segala hal yang ada pada diri saya, adalah anugerah yang menjadikannya jauh lebih dewasa, lebih bisa berpikir positif. ”Biar nggak kampungan,” selorohnya. Nafasnya yang wangi, gemelinjang menerpa indera penciuman saya. Sedikit membuat otak saya sara.

Pun saya mengatakan hal yang serupa. Saya katakan, ”Kau adalah sahabat yang terindah yang pernah saya miliki! Karena kau suka ngutangi aku,” dan, dia pun tertawa dengan celotehan saya.

Kemarin, dia masih berjalan di samping saya dengan senyum mengembang. Menggandeng tangan saya dengan mesra sambil langkahnya yang berjingkit-jingkit itu, yang selalu sunyi tak terdengar, yang membuat tampilan keseluruhannya semakin memesona, masih mewarnai aktifitas saya.

Kemarin, dia masih memutarkan vcd I am Mine-nya Pearl Jam di telinga saya. Sambil, masih, membisikkan ribuan kata-kata, bahwa saya adalah sahabat terbaik yang dimilikinya. Seraya tubuhnya yang wangi merebah di samping saya. Di antara tumpukan tabloid-tabloid sepakbola. Mengapit sejejak dalam lembaran buku-buku teori pewarta. Tapi kerlingan matanya, sedikit meragukan saya.

Kemarin, dia masih meng-SMS saya. Mengatakan apakah ada yang lain yang terbaik di dunia ini selain memiliki seorang sahabat yang tidak terbantahkan, terbutuhkan. Saya katakan masih ada: ”Seks!” Dan ia pun kemudian tertawa terbahak-bahak. Dalam SMS-nya.

Kemarin, ketika di luar hujan mengguyur keras, dia masih berbasah-basah bertandang ke kamar kos saya. Mengetuk pintu triplek kamar keras-keras sambil mengumbar tawa renyahnya. ”Kau masih menyisakan vodka untukku?” Tanyanya ketika pintu saya buka. Ketika dia bertanya demikian, saya pastikan, di balik kedalaman mata nakalnya, di balik suaranya yang sesak mendesah, terasa selaksa duka. Kesedihan yang terpendam dalam pada ramping tubuhnya yang semakin kentara oleh bajunya yang membasah. Kemudian, lagi-lagi ia berkata, saya adalah sahabat terbaiknya. Hingga black label terakhir yang saya punya saya relakan membakar kerongkongannya.

Berikutnya, dengan merancau kata-kata, dia tumpahkan
segala riuh gelisahnya. Saya merejang air, meracik kopi
untuk saya, sambil mendengarkan ceritanya. Lama sekali,
hingga akhirnya kepalanya terkulai, terkalahkan alkohol dalam genggamannnya. Sebelum kemudian dia ngorok dengan kerasnya, dia sempat memberi kecupan pada pipi kiri saya. Kecupan kesedihan.

Namun, ketika saya memintanya untuk menjadi sahabat
terbaik saya–bukan sahabat terindah–dia berkilah,
saya adalah seorang lelaki yang teramat kuat untuk
tidak tergantung pada seorang sahabat. Dia
menegaskan, eksistensi saya akan tercemarkan jika
saya memintanya demikian. Bahwa saya tidak akan jauh lebih kuat, dengan kehadiran seorang sahabat terbaik. Sambil mencecar sejuta macam ketakutan-ketakutan tentang sebuah keburukan sahabat. Saya bertanya, ”apakah ada yang lain yang terbaik di dunia ini selain memiliki seorang sahabat terbaik?”

”Seks!” Dan ia pun tertawa. Tawa terakhir dari bibir merah merekah miliknya. Tawa terindah yang pernah diperlihatkannya kepada saya. Lalu, seonggok kecupan melayang di pipi kanan saya. Besoknya, saya tidak bisa lagi berharap dia membisikkan kata-kata, bahwa saya sahabat terbaiknya. Saya hanya bisa mendapati bau parfumnya. Di sprei kamar saya.

Batam Minggu pertama Oktober

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan
Humaniora

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

June 17, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum
Humaniora

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Dua Karakter Berbeda Orangtua
Humaniora

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026
Next Post

Remember Me

Remember Me

Senyum Shinta dalam Sekantung Kentang Goreng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Sumpah, Gila! Sampah-sampah itu

Sumpah, Gila! Sampah-sampah itu


15 years ago

Pak DPD, Semenit Kau Buat Bahagia

15 years ago
Sepenggal Drama pada Dini hari

Sepenggal Drama pada Dini hari

21 years ago
Kenapa (Saya) Menjadi NU?

Kenapa (Saya) Menjadi NU?

3 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Fasilitas Foto Gadis China Guru Humaniora Indonesia Jatim Johor Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Opini Orang tua Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sastra Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Singapura Maju karena Sastra?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Trending

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan
Humaniora

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

by Sultan Yohana
June 17, 2026
0

JUDUL di atas adalah salah satu sari dari pengalaman saya yang gemar jogging, setidaknya dalam 14 tahun...

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana