Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Singapura

“I only eat till 3/4 full”

Sultan Yohana by Sultan Yohana
February 17, 2015
in Singapura
0
“I only eat till 3/4 full”
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

: Kata Tuan Lee

“I only eat till 3/4 full,” dalam biografinya, Harry Lee Kuan Yew mengungkapkan rahasia dia untuk tetap sehat, langsing, dan berpikiran waras. Ia yang kini menginjak usia 91 tahun, juga dikenal selalu minum air hangat, dan sebisa mungkin menghindari minum es atau air panas. Begitulah cara makan orang paling berkuasa di Singapura itu, hingga mampu membawa Singapura, menjadi salah satu negara paling berpengaruh – secara finansial – di Asia. Sebuah cara makan yang sudah sangat diakrabi oleh kaum Muslim sedunia, karena seperti Tuan Lee lah, berabad-abad sebelumnya, Rasullullah SAW mengajarkan kita cara makan yang demikian.

Kita tahu, Rasul SAW kemudian mampu membawa Islam menjadi kekuatan paling berpengaruh di dunia dalam hitungan singkat.  Sehingga pensiunan Nasa dan guru besar astronomi asal USA, Michael H. Hart, dalam bukunya yang paling ngetop, The 100, menempatkan Rasul SAW sebagai orang paling berpengaruh di semesta ini. Dan saya sangat percaya, sesuatu yang hebat yang telah diperjuangkan Rasulullah, salah satu kuncinya berawal adalah meja makan.

Saya yakin, cara Tuan Lee makan, terinspirasi dari cara Rasullullah makan. Ini mungkin, mengingat sepanjang hidup, Tuan Lee banyak akrab dengan masyarakat Muslim Singapura. Bahkan salah satu kawan baiknya adalah Yusof bin Ishak, pria keturunan Minangkabau yang jadi presiden pertama Singapura. Saya tak yakin Tuan Lee bisa “menyulap” Singapura menjadi seperti sekarang, jika ia tak mampu mengendalikan nafsunya di meja makan. Membawa Singapura yang sebelumnya tak punya apa-apa; Singapura yang sebelumnya dipenuhi rumah-rumah candu; Singapura yang dipadati ruli-ruli kumuh, dijejali gangstar dan perompak kejam kelas wahid; MENJADI Singapura yang sekarang: pusat keuangan dunia serta kota teraman di dunia. Tidak itu saja, Tuan Lee juga menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas terbentuknya masyarakat Singapura yang tertib, pekerja keras, sopan-bertoleran, serta berpendidikan baik.

Jika ke Singapura, sempatkanlah ke museum-museum sejarah. Di sana Anda akan bisa tahu, betapa “mengerikannya” situasi Singapura di era sebelum Tuan Lee berkuasa. Dua museum yang saya rekomendasikan adalah Asian Civilisations Museum, serta Singapore’s Civil Defence Heritage Gallery. Nama terakhir ini adalah museum khusus bagi sejarah Pemadam Kebakaran Singapura. Desas-desus soal pemerintah Singapura yang membakar dengan sengaja ruli-ruli di era 60 hingga 70an untuk kemudian membangun kembali “Singapura yang baru”, mungkin sedikit terkonfirmasi saat Anda menengok isi museum ini.

Atau, Anda mungkin sempat nonton sekuel film Pirates of Carribien,  At World’s End. Dalam salah satu adegan Kapten Sao Feng menyambut Kapten Barbosa dengan kalimat “Welcome to Singapore!”. Karakter Sao Feng diadaptasi dari tokoh asli dengan nama yang sama, yang sempat menjadi perampok legendaris Laut China Selatan di abad 17. Sao Feng asli memang memakai Singapura sebagai markasnya. Informasi dari museum, juga kisah toko Sao Feng, memberi bukti bahwa Singapura sebelum era Tuan Lee, adalah sosieti barbar mirip Indonesia terkini; yang kaya memperbudak yang miskin, yang berkuasa selalu minta dilayani rakyat jelata, koruptif, narkoba di mana-mana, juga hukum yang bisa dibeli.

Kita mungkin tak pernah menyadari, kemampuan kita mengelola nafsu di meja makan, adalah HAL KUNCI untuk sesuatu yang lebih besar: dari masyarakat hingga negara. Saya gemar memperhatikan seseorang dari cara dia makan. Momen terbaik untuk melakukan ini adalah saat perjamuan makan gratis, atau seseorang tengah mentraktir. Orang-orang yang memesan makanan termahal, pesan begitu banyak hingga di luar batas kemampuat perutnya, disambung pesan rokok dan pesan ini-itu, memesan minuman paling lezat; selalu saja orang seperti itu adalah orang yang paling buruk perilakunya di antara kelompok sejamuan makan gratis itu. Saya dulu juga kerap menghadiri perjamuan pejabat-pejabat di Kota Batam. Pejabat-pejabat yang punya selera makan “gila”, rata-rata sangat buruk dalam memerintah.

Bukankah Rasulullah SAW pernah berkata, jihad tersulit adalah menahan hawa nafsu! Dan menahan hawa nafsu tersulit itu adalah hawa nafsu yang dihalalkan! Termasuk nafsu makan dan minum, bahkan nafsu untuk beribadah!

(SY)



FOTO: Mr Twist, yang menyebut dirinya sebagai “Singapore political artis”, ke mana-mana selalu menggendong boneka Tua Lee Kuan Yew. Saya foto beberapa waktu lalu di daerah City Hall, Singapura.

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Singapura

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

September 7, 2026
Pembaca Lansia
Singapura

Pembaca Lansia

September 3, 2026
Jalan Kaki itu Membahagiakan
Singapura

Jalan Kaki itu Membahagiakan

August 23, 2026
Next Post
“See u next time, Mr Lee”

"See u next time, Mr Lee"

Tentang Nafkah Halal

Tentang Nafkah Halal

Valeria, dan Tempe Kegemarannya

Valeria, dan Tempe Kegemarannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Hadiah Langka di Pagi Cerah*

17 years ago

Tirakat Kang Parno*

21 years ago
Madura dan India. Dan Harga Diri Tinggi Mereka

Madura dan India. Dan Harga Diri Tinggi Mereka

4 years ago
Mereka Tiba-tiba Jadi Ramah*

Mereka Tiba-tiba Jadi Ramah*

14 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Batam Cara mengajar Catatan Citizen Dollar Efisiensi Ekon Fasilitas Foto Guru Humaniora Indonesia Jatim Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Olahraga Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan PNS Premanisme Profesi rasa singapura Rotan Rupiah Sastra Secondary school Sepakbola Sepatu jogging Sepeda Sepeda pancal Singapore Singapura Taipei Taiwan Tradisional Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

Sepeda Pancal

Dua Bapak dengan Balita mereka

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

Trending

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Singapura

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

by Sultan Yohana
September 7, 2026
0

SAYA pemegang sertifikat Food Safety Course (FSC) yang dikeluarkan Singapore Food Agency. Sertifikat ini, wajib saya miliki,...

Pembaca Lansia

Pembaca Lansia

September 3, 2026
Jalan Kaki itu Membahagiakan

Jalan Kaki itu Membahagiakan

August 23, 2026
Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

August 17, 2026
Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

July 23, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana