(Bagian II, dan semoga menjadi tulisan terakhir tentang sampah) SEPEKAN setelah tulisan pertama di rubrik ini berjudul Sumpah, Gila! Sampah-sampah Itu terbit, tumpukan...
Tiba-tiba saja saya ingin membekukan pemandangan di depan kami: segaris lanskap salah satu kampung tertua di Batam: Tanjunguma. Dari Harbour...
Sumpah, Gila! Sampah-sampah itu! Belum pernah dalam sepengamatan saya ada begitu banyak sampah berserakan di lingkungan tempat tinggal saya di...
Lebaran tahun ini saya merayakan "di sini" saja. Jika tak di Batam, mungkin menyebrang sejenak untuk berlebaran di rumah mertua...
Belum lagi pantat saya duduk enak di bangku MRT, kereta sudah berhenti lagi di Stasion Outrum Park. Satu pemberhentian dari...
Di menit itu, saya merasa sangat bahagia sekali. Hari Senin (8/8/2011) ketika tengah antri di Imigrasi Singapura, di depan saya...
"Jangan bercanda lah, masak apel di Batam lebih mahal ketimbang apel Singapur (a). Ndak lucu lah kalau kami yang penghasilannya...
SEPIRING mie goreng berlauk telor bulat itu dibiarkan dingin di rak paling pojok bersama segelas teh dan kopi yang sudah...
HARI MINGGU, bagi sebagian pembantu wanita di Singapura adalah hari kebebasan. Pergilah ke tempat-tempat kongkow seperti Marina, Orchird Park, City...
Rally atau campaign? DUA pekan lalu, di Tabloid DIA, saya mengakhiri tulisan Rasa Singapura dengan ucapan selamat kepada rakyat Singapura, "Selamat Berkampanye!" Memang, sepanjang sebulan...