Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Cerita Sangat Pendek

Kemalasan yang Menyala-nyala

Sultan Yohana by Sultan Yohana
April 4, 2008
in Cerita Sangat Pendek
0
Kemalasan yang Menyala-nyala
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

*) The Burning Laziness, ini kiranya judul yang dipilih HAH untuk novelnya yang masih dia kerjakan. Hehehe, setidaknya seperti pengakuannya di SMS HAH kepada saya. Tapi jangan percaya! Kemalasan yang menyala-nyala, HAH menterjemahkan The Burning Laziness demikian.

Tapi, saya kurang setuju. Kata “kemalasan” digabung HAH dengan frasa “menyala-nyala” bagi saya, sangat tidak melenakan. Malas yang ada di otak saya adalah sejenis makhluk tegap dengan segenap kemampuannya yang mumpuni, namun pada kenyataannya lungkruh lemah, tak bergairah. Enggan berbuat apa-apa. Sementara “menyala-nyala”, saya bayangkan sebagai sebentuk monster perkasa yang mampu meremukredamkan siapa saja. “Menyala-nyala” justru sangat menggairahkan.

Kemalasan! Ya, ini penyakit yang muncul justru ketika saya berhasil menikmati gaji pertama saya. Pelan namun pasti, “kemalasan” memakan saya hingga, seperti kata Chairil Anwar, “hilang bentuk”. Dulu, ketika remaja saya sanggup membaca buku hingga semalaman. Menulis hingga semalaman. Dan paginya, berjalan kaki, mencari ketegangan hingga sesiangan. Sekarang, cukuplah hanya dengan membuka koran dan majalah-majalah.

Memilih fotografi adalah bentuk kemalasan saya yang lain. Sebentuk pelarian dari keteguhan aktivitas membaca dan menulis yang terlebih dulu ingin saya geluti yang sekarang hilang. Saya sedih ketika banyak klien saya yang menyukai hasil foto saya. Kenapa bukan karya tulis saya yang mereka sukai. Kenapa justru hasil foto saya?

Untungnya HAH mencambuk saya. Di Kolom Kamisan di Batam Pos edisi 3 April kemarin, HAH memperotes kemalasannya sendiri. Dan tiba-tiba, ketika saya membaca tulisan itu, saya membaca pula kemalasan saya. Sialnya, cambukan itu tidak langsung menyakiti saya, menyadarkan saya.

Saya justru lari ke depan kamera. Sibuk potrat-potret diri dengan alat studio yang baru, yang selama ini saya impikan. Diancok! Kemalasan ini benar-benar menyala-nyala (?). Foto di atas, merupakan salah satu hasil dari kemalasan saya. Saya ambil dengan diafragma F:4 dan kecepatan 1/200, dari belakang saya, tersembur cahaya 110 watt yang terlebih dahulu mantul ke payung reflektor.

Lewat Photoshop, saya ubah dikit curves, level, dan sharpness. Terakhir, untuk memberi kesan kemalasan yang melena, saya gaussian blur foto itu.

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Aliens aka praying mantis in Singapore
Cerita Sangat Pendek

Aliens aka praying mantis in Singapore

January 31, 2021
Panggil Saya China
Cerita Sangat Pendek

Panggil Saya China

October 27, 2017
Kejamnya dengan Uang
Cerita Sangat Pendek

Kejamnya dengan Uang

October 17, 2017
Next Post

Kisah Cinta Dua Singa (6)

SMS Itu Datang Terlalu Pagi

Kisah Cinta Dua Singa (7)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Kikuk Motret Jalanan: dengan kamera gedhe

Kikuk Motret Jalanan: dengan kamera gedhe

2 years ago
Nessa, TKI yang Penulis Buku*

Nessa, TKI yang Penulis Buku*

15 years ago
Sisi Lain Hot Dancer Ai Ling

Sisi Lain Hot Dancer Ai Ling

15 years ago
Masihkah Anda Berpikir Habibie Seorang Jenius?

Masihkah Anda Berpikir Habibie Seorang Jenius?

12 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Fasilitas Foto Gadis China Guru Humaniora Indonesia Jatim Johor Kucing Kurs Malang Malaysia Masjid ba'alwi Mudik Museum Netizen Opini Orang tua Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sastra Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Singapura Maju karena Sastra?

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Trending

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan
Humaniora

Jangan Pakai Sepatu Lari: untuk jalan-jalan

by Sultan Yohana
June 17, 2026
0

JUDUL di atas adalah salah satu sari dari pengalaman saya yang gemar jogging, setidaknya dalam 14 tahun...

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana