Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Cerita Sangat Pendek

Kejamnya dengan Uang

Sultan Yohana by Sultan Yohana
October 17, 2017
in Cerita Sangat Pendek
0
Kejamnya dengan Uang
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

: Antara rupiah, ringgit, dan dolar Singapura

Ada tiga jenis uang di dompet saya, Selasa (17/10). Rupiah, ringgit, dan dolar Singapura. Ya, hari Minggu (15/10) kebetulan baru balik dari Batam. Masih ada beberapa sisa-sisa uang kembalian berbentuk di dompet. Sementara untuk ringgit, masih ada beberapa ratus ringgit, sisa dari “jalan-jalan” September 2017 lalu ke Ipoh, Malaysia. Saya memang tidak ingin menukarnya, ya karena kami memang sering bepergian ke Malaysia.

Saya punya dua dompet, yang – duh sialnya – kedua-duanya hadiah dari istri. Seingat saya, seumur-hidup baru beli sekali dompet. Mereknya Eiger, waktu jaman kuliah. Dompet yang kini “bangkainya” bahkan masih ada. Selain itu, kalau tidak memakai dompet pemberian seseorang, ya pakai dompet bekas siapa saja yang bisa saya pakai. Saya pula, paling anti, menebal-nebalkan dompet, mengisinya dengan aneka kartu “fake“, terus menaruhnya di saku belakang jelana jeans. Kayak pria-pria jantan itu!

Bagi saya, jantan tidaknya pria, bukan terletak pada tampilan dompet yang tebal. Tapi, seberapa “tebal” isi kepala kita. Bukankah pula, sekarang sudah tidak lagi jamannya dompet tebal? Lha wong semua serba digital. Uang pun, uang digital. Kalau ndak percaya, coba tanya Setya Novanto yang politikus sakti mandraguna itu! Pasti Anda akan ditunjukin dompet tipis miliknya. Hehehe…

Dompet yang saya pakai sehari-hari, selalu yang berisi dolar. Sementara dompet satunya yang sudah lecek, biasanya untuk tempat menyimpan rupiah dan ringgit. Jadi, kalau saya balik Batam, tinggal mengambil rupiah. Kalau ke Malaysia, tinggal mencomot ringgit.

Dolar Singapura? Ya, ini yang setiap hari “menghuni” dompet saya. Lha wong memang saya kini tinggal di sini: negeri seuplik berjuluk Singa ini.

Pagi ini, ketika saya hendak memindahkan sisa-sisa rupiah dari dompet yang biasa saya pakai ke dompet satunya, saya tertarik melihat kondisi rupiah-rupiah ini. Nyaris semuanya – kecuali yang pecahan 50an ribu – lecet, mblawuk, sobek sana-sini, dekil, berdebu, bahkan banyak tulisan atau gambar di rupiah pudar. Kondisi itu, bahkan terjadi pula pada rupiah-rupiah terbaru, yang beberapa waktu lalu muncul dan kemunculannya sempat jadi kontroversi karena mirip Yuan, mata uang China. Sedih sekali melihat nasib rupiah yang begitu memprihatinkan. Hal yang tidak pernah saya temukan pada dolar Singapura. Ringgit? Nasibnya ada di tengah-tengah antara dolar Singapura dan rupiah.

Jika rupiah saja diperlakukan begitu “kejamnya”, gimana kita memperlakukan pejahat-penjahat jalanan???!!! Hmmm, saya jadi tak tega untuk membayangkannya. Bertahun-tahun, saya bersinggungan dengan penjahat-penjahat jalanan, dan kalau saya ceritakan kekejaman kita di sini, bisa jadi buku setebal kitab suci.

Kalau Anda punya keinginan jadi pejahat, mungkin sebaiknya di luar negeri saja. Haha…, biar tidak diperlakukan “sekejam” rupiah. Beberapa waktu lalu, ketika menyebrang memakai kapal fery Singapura-Batam, saya sempat terlibat obrolan dengan napi yang baru dikeluarkan dari penjara Singapura karena kasus nyolong minyak kapal tanker. Mereka, pelaut-pelaut kita, dipenjara selama sepuluh bulan. Seorang di antaranya sempat nyeletuk, “keluar penjara kok malah gemuk-gemuk dan segar gini.”

Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Aliens aka praying mantis in Singapore
Cerita Sangat Pendek

Aliens aka praying mantis in Singapore

January 31, 2021
Panggil Saya China
Cerita Sangat Pendek

Panggil Saya China

October 27, 2017
Beberapa Jenis Lapar
Cerita Sangat Pendek

Beberapa Jenis Lapar

August 3, 2017
Next Post
Manusia Berkelas

Manusia Berkelas

Panggil Saya China

Panggil Saya China

Dancing Leaf I (meditation video)

Dancing Leaf I (meditation video)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Behind Blue Eyes

20 years ago

Remember Me

21 years ago
Andai Gus Dur di Samping Saya

Andai Gus Dur di Samping Saya

16 years ago
Wushh…, Ini Terowongan MRT Singapura

Wushh…, Ini Terowongan MRT Singapura

5 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan
No Result
View All Result

Highlights

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Trending

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

by Sultan Yohana
May 27, 2026
0

SETIAP hari di blok kami, di Ang Mo Kio Avenue 4, seorang kurir paket online, dengan ratusan...

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana