Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas

Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

Sultan Yohana by Sultan Yohana
June 25, 2025
in Catatan Lepas
0
Bakul Gedhe dan Bakul Cilik
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HARI Selasa (27/5/2025) lalu, saya janjian ketemu calon pembeli di Stasiun City Hall. Sebuah lensa murah, jamuran lagi, seharga $70, telah saya siapkan untuk segera berpindah kepemilikan. Di jam yang telah ditentukan, seseorang tak asing muncul.


“You?” tanya saya keheranan. Saya kenal lelaki yang muncul itu. Bakul kamera sekend gedhe sekali. Bahkan, mungkin yang terbesar di Singapura. Tokonya, yang terlengkap di daerah Peninsula. Ia beberapa kali kulak’an dari saya. Namun, biasanya, bukan jenis-jenis barang “murahan” seperti ini. Ia, biasanya, mengambil barang yang “berkelas”, yang setidaknya bisa dia jual lagi dengan keuntungan minimal lebih dari $200 dolar. “Saya tak menduga kamu mau dengan barang-barang ginian?” kembali saya meneruskan kata-kata, mengungkapkan rasa keingintahuan saya.

Dia nyengir. Gelagapan. Seperti tak menduga, saya penjualnya. Ketika menawar, ia memang tak memakai akun biasanya. Saya juga, kebetulan memakai akun lainnya, yang saya peruntukkan untuk barang-barang berharga murah. “Ini bukan untuk saya,” ia beralasan. Sambil segera membuka dompet dan mengeluarkan uang untuk membayar, lagi-lagi ia menjelaskan, “u know my Chinese friend? Yeah, dia yang meminta saya membeli ini.”

Saya sih tak terlalu mempedulikan alasannya. Mau setan atau jin ifrit pembelinya, yang jelas ia kudu membayar sesuai harga saya, habis perkara!

Esok harinya, setelah – sepertinya – jamur dibersihkan, lensa yang dibeli dari saya, saya lihat telah dipasang untuk dijual lebih dari tiga kali lipat. Hehe. Ya, begitulah dunia bakul! Dunia rombeng. Itu semua, sah-sah saja.

Oh ya, banyak bakul gedhe Indonesia, yang membeli dari bakul gedhe Singapura itu. Dan bakul gedhe Singapura itu, kerap membeli dari saya, si bakul cilik ini. Maka dari itu, jangan remehkan yang kecil-kecil, Cuk!

Btw, inilah asyiknya berjualan di Singapura. Negara multi-negara. Negara berpenghuni nyaris 6 juta jiwa, namun warga negaranya cuma sekitar 3,5 juta. Langganan setia saya, datang dari banyak negara. Ada bakul Myanmar, ada bakul Philipina, ada bakul Malaysia, ada bakul Bangladesh. Mereka-mereka itu, sambil bekerja di Singapura, sambil pula ngrombeng barang sekend, untuk dikirim ke negara-negara mereka.

(*)

Tags: BatamCatatanPedagangSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

May 27, 2026
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum
Humaniora

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?
Singapura

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Next Post
“Membeli” Perempuan Vietnam

"Membeli" Perempuan Vietnam

Delapan Karakter Unik Singapura

Delapan Karakter Unik Singapura

Tip untuk Guru: Ikhtiar Agar Profesi Guru Tetap Barokah

Tip untuk Guru: Ikhtiar Agar Profesi Guru Tetap Barokah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

1 month ago

$6.6 Billion Bonanza

15 years ago
Media Sosial dan Jaman Fitnah (bagian I)

Media Sosial dan Jaman Fitnah (bagian I)

1811 years ago
Kemalasan yang Menyala-nyala

Kemalasan yang Menyala-nyala

18 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan
No Result
View All Result

Highlights

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Trending

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

by Sultan Yohana
May 27, 2026
0

SETIAP hari di blok kami, di Ang Mo Kio Avenue 4, seorang kurir paket online, dengan ratusan...

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana