Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Humaniora

Bebas Merdeka tanpa Kendaraan

Sultan Yohana by Sultan Yohana
December 26, 2025
in Humaniora
1
Bebas Merdeka tanpa Kendaraan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEJUJURNYA, dalam sepuluh tahun terakhir, saya merasakan betapa bebas merdekanya pikiran saya, setelah tidak diribeti oleh kepemilikan mobil atau motor.


SAYA tidak lagi mikir berapa budget bulan untuk merawat mobil. Tak lagi mikir angsuran, kuatir ban bocor di tengah jalan, cegatan polisi, bingung cari parkiran, atau resiko kendaraan dicuri maling. Saya bisa tidur nyenyak. Ndak capek. Ndak jengkel karena macet atau diserobot orang, ndak lagi antri isi BBM.

Budget yang dulu tersita untuk kebutuhan mobil, bisa saya alihkan untuk hal lainnya. Sesekali makan ke restoran mahal. Borong buku untuk kawan-kawan. Disimpan untuk pelesiran. Atau sekedar dipakai jaga-jaga jika tiba-tiba ada teman yang ngutang.

Ke mana-mana saya mengandalkan transportasi publik. Atau naik sepeda pancal, atau jalan kaki. Kalau perlu mobil cepat atau lokasi tak terjangkau transpotasi publik, saya bisa ngegrab, atau ngojek. Di perjalanan, saya masih bisa nyambi kerja, atau baca buku dari HP. Betapa produktifnya waktu saya.

Kenyamanan yang saya rasakan sepuluh tahun terakhir ini, berangsur-angsur menekan keinginan saya memiliki mobil atau motor. Saat pulang ke Indonesia pun, saya mulai ogah menyewa mobil. Ribet dan capek nyetir. Apalagi menghadapi jalanan yang macetnya naudzubillah. Lagi-lagi grab dan ojek menjadi transportasi andalan.

Saat pulang kampung, saya juga kadang ditawari tumpangan kawan yang kebetulan lihat saya jalan kaki. Kerapkali mereka seperti keheranan, melihat saya jalan kaki jauh sekali (menurut mereka). “Orang Singapur” kok jalan kaki? Memang ndak bisa beli kendaraan? Begitu kira-kira pikiran mereka. Saya mengerti cara berpikir mereka, bahwa kepemilikan kendaraan masih menjadi status kelas sosial. Saya mengerti keheranan mereka. Tapi jika mereka merasakan nikmatnya kebebasan yang selama sepuluh tahun ini saya rasakan, mungkin mereka akan memilih cara hidup seperti saya: membebaskan diri dari kepemilikan kendaraan bermotor. Membebaskan diri dari kemubadziran.

Saya tahu, hidup di Indonesia berbeda dengan di Singapura. Transportasi publiknya buruk, dan kendaraan kerapkali menjadi alat kerja yang sangat dibutuhkan. Jika memang kendaraan menjadi alat kerja Anda, pastikan Anda memilikinya. Tapi secukupnya saja. Seperlunya saja. Saya bukan anti kendaraan bermotor. Saya hanya tak suka menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tersier. Apalagi cuma ingin sekedar dipuji orang.

Anda ingin hidup bebas merdeka seperti saya atau tidak? Setiap pilihan punya konsekuensinya.

https://www.instagram.com/p/DSRYZcUjomf/?igsh=NjBocTd2cms3MjRn

(*)

Gambar, ilustrasi © Freepic

Tags: Bebas kendaraanCatatanJalan kaki
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya
Humaniora

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya

September 27, 2026
Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery
Humaniora

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

August 17, 2026
Dua Bapak dengan Balita mereka
Humaniora

Dua Bapak dengan Balita mereka

June 21, 2026
Next Post
Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Berhentilah Mengkritik!

Berhentilah Mengkritik!

Ekon

Ekon

Comments 1

  1. Pingback: Bebas Merdeka tanpa Kendaraan – GoWest.ID

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Tumapel Putra, Leicester, & Duit Besar China

Tumapel Putra, Leicester, & Duit Besar China

10 years ago
Terima Raport*

Terima Raport*

12 years ago

Selendang Sutra Rasa Singapura

20 years ago
Duh Gusti….

Duh Gusti….

9 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

ASN Batam Cara mengajar Catatan Citizen Dollar Efisiensi Fasilitas Foto Gibran Guru Humaniora Indonesia Jatim Koran Kurs Lee Kwan yeo Malang Malaysia Manajemen Netizen Olahraga Pajak Pedagang Pembaca lansia Pendidikan Pengemis Perpustakaan PNS Premanisme Profesi rasa singapura Rotan Rupiah Secondary school Sepakbola Sepeda Sepeda pancal Singapore Singapura Taipei Taiwan Thailand Tradisional Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Pembaca Lansia

Jalan Kaki itu Membahagiakan

Manajemen Tua Vs Muda: di dua toko grosir battery

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental: dan tetangga kampung saya yang selalu dibulli

Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: aturan PNS Singapura

Sepeda Pancal

Trending

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya
Humaniora

Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya

by Sultan Yohana
September 27, 2026
0

TETANGGA samping rumah kami di Ang Mo Kio, Singapura, adalah seorang janda paruh baya, dengan dua anak...

Langsing dengan Tiga Cara Nyante: murah, tanpa ribet, tanpa siksaan

Langsing dengan Tiga Cara Nyante: murah, tanpa ribet, tanpa siksaan

September 19, 2026
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

September 7, 2026
Pembaca Lansia

Pembaca Lansia

September 3, 2026
Jalan Kaki itu Membahagiakan

Jalan Kaki itu Membahagiakan

August 23, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana