Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Lepas Kultur

Eror “White Balance” Mata!

Ini bukan status Rasis ya!

Sultan Yohana by Sultan Yohana
October 22, 2025
in Kultur
0
Eror “White Balance” Mata!
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEPANJANG Rabu (15/10) kemarin, saya diorder menjepret dua even sekaligus. Sepanjang siang hingga sore, saya kudu mendokumentasi semua kegitan team-building sebuah perusahaan multinasional. Karyawannya kebanyakan etnis China. Putih-putih, tentu saja kulitnya. Ada bulenya sih, satu, yakni si bos. Juga satu pegawai India. Malam harinya, saya diminta untuk menjepret sebuah acara tradisional India.

Singkat kata, nyaris seribu foto kudu saya edit, sepanjang Kamis ini. Setelah mengedit nyaris 700 foto yang rata-rata obyeknya adalah orang China yang berkulit putih, giliran kemudian saya kudu mengedit lebih dari 300 foto-foto dari acara orang India.

Mungkin karena kontras kedua foto yang saya edit, “white balance” mata saya seperti ikut eror. Tanpa sadar, saya “memutihkan” beberapa foto awal dari acara tradisional, dan menganggap banyak foto di acara malam under exposure semua. Akhirnya baru tersadar, lha kan, yang saya foto orang-orang India, yang warna kulitnya berbeda dengan orang China. Mungkin, setelah 700 foto awal teredit, mata saya memberikan “cintra image” pada otak saya, bahwa yang ideal adalah yang berkulit mulus nan putih-nya orang China.

Untung segera tersadar! Ini bukan rasis ya! Mungkin karena di satu momen, otak dan seluruh perhatian saya tertuju pada 700 foto yang baru saya edit.

Begitulah memang, rutinitas, kerapkali bisa menumpulkan akal sehat. Sering-seringlah melakukan hal tak rutin di antara rutinitas sehari-hari. Agar sehat jiwa dan raga. Jika sehari-harihari otak Anda selalu disuapi berita-berita dari tik-tok, Facebook, atau instagram; sesekali bacalah Majalah Tempo, Four-four-Two, The New York Times! Biar tak mengira semua jurnalis sebrengsek jurnalis Trans7 yang menghina kyai itu. Sebagaimana mondok pesantren yang butuh biaya, mengkonsumsi produk jurnalistik yang bermutu juga perlu mengeluarkan uang. Agar otak kita kenyang dengan informasi baik dan bermutu.

Seperti “white balance” mata saya yang tiba-tiba eror karena baru saja mengedit 700 foto; otak kita juga bisa tumpul karena mengkonsumsi SAMPAH! Dan di jaman media sosial ini, sumber sampah itu ada di mana-mana!

Catatan foto: contoh foto yang white balance-nya incorrect/amburadul. Kamera biasanya mengkalkulasi cahaya yang dominan, dan bekerja berdasarkan itu. Itu kenapa, mata pemberian Gusti Allah, adalah sehebat-hebatnya kamera yang tak perlu disetting white balance-nya.

(*)

Tags: BatamCatatanSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Ketika Banyak Restoran “Terpaksa” Jadi Halal
Kultur

Ketika Banyak Restoran “Terpaksa” Jadi Halal

November 21, 2025
Tip untuk Guru: Ikhtiar Agar Profesi Guru Tetap Barokah
Kultur

Tip untuk Guru: Ikhtiar Agar Profesi Guru Tetap Barokah

August 29, 2025
Masjid Abdul Gafoor Singapura: Dibangun oleh pedagang India dan sais kuda dari Bawean
Kultur

Masjid Abdul Gafoor Singapura: Dibangun oleh pedagang India dan sais kuda dari Bawean

February 23, 2025
Next Post
Keteladanan Lee Kuan Yew

Keteladanan Lee Kuan Yew

Ketika Banyak Restoran “Terpaksa” Jadi Halal

Ketika Banyak Restoran "Terpaksa" Jadi Halal

Sepakbola Sederhana!

Sepakbola Sederhana!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Welcome to Our Kampong!

15 years ago
Masjid Sultan Singapura & Sekelilingnya

Masjid Sultan Singapura & Sekelilingnya

5 years ago
Dilarang Pintar

Dilarang Pintar

16 years ago

Kemarin dia Berkata, Saya Sahabat Terbaiknya

21 years ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Ac Air minum Alas kaki Anak Batam Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Pajak Pedagang Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme Profesi rasa singapura Rupiah Sastra Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan
No Result
View All Result

Highlights

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Trending

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu
Singapura

Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di kampungku dulu

by Sultan Yohana
May 27, 2026
0

SETIAP hari di blok kami, di Ang Mo Kio Avenue 4, seorang kurir paket online, dengan ratusan...

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang mirip museum

May 17, 2026
Singapura Maju karena Sastra?

Singapura Maju karena Sastra?

May 10, 2026
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana