Sultan Yohana
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
No Result
View All Result
Sultan Yohana
No Result
View All Result
Home Catatan Publik

Perpustakaan dan Pajak Kita

Sultan Yohana by Sultan Yohana
June 3, 2025
in Catatan Publik
0
Perpustakaan dan Pajak Kita
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BELUM lagi pantatnya duduk betul di kursi besi di kedai India langganan, tempat kami janjian makan malam Jumat (16/5), bini kemudian merogoh tote-bagnya. Mengambil sebuah buku tipis, dan menyodorkan ke saya. “I borrow for you!” katanya. Hmm…, Murakami.


SAYA tak terlalu menyukai Murakami, sebetulnya. Tapi, apa salahnya membaca ini buku, dalam hati saya berpikir demikian. Hitung-hitung mengurangi rasa lelah mata, yang kini terbiasa membaca di layar HP. Saya juga tak tanya apa alasan dia, makbedunduk…, tiba-tiba meminjamkan buku untuk saya. Mungkin dia berpikir, kini saya tak lagi terlihat sering membaca buku. Mungkin dikiranya saya tak lagi membaca.

Memang, lima tahun belakangan ini saya tak lagi beli buku secara fisik, atau terlihat membaca buku secara serius. Kecuali buku tertentu yang bernilai nostalgia. Tapi saya tetap membaca buku. Bahkan frekuensi membaca saya kini jauh lebih intens. Saya membaca apa saja. Lewat internet, saya membaca artikel-artikel bagus yang dulu nyaris mustahil saya dapatkan. Saya membaca berita-berita berbobot yang ditulis wartawan-wartawan hebat. Saya beli buku e-book. Lewat HP, saya bisa membacanya di mana saja tanpa perlu repot-repot membawa buku. Itu mungkin, bini berpikir, saya tak lagi mengakrabi buku. Di matanya, mungkin, saya cuma main HP saja.

Sore tadi, seusai pulang renang, ia mampir ke perpustakaan Sembawang, perpustakaan dekat kolam renang. Untuk mengambil buku pesanannya. Dua buku. Satu ya, Murakami itu. Satunya lagi novel tulisan Amelia Wen Zhao. Saya tak kenal Amelia.

Perpustakaan Sembawang sebetulnya bukan perpustakaan terdekat dari tempat tinggal kami. Kami tinggal di daerah bernama Ang Mo Kio. Tapi agar sekali jalan dengan tempat bini berenang, saat meminjam online bini meminta pihak perpustakaan menyiapkan dua buku pesanannya untuk diambil di Sembawang. Untuk pengembaliannya, bisa dilakukan di mana saja di seantero perpustakaan di Singapura. Semua gratis!

Inilah asyiknya perpustakaan Singapura. Semua koleksi buku di semua perpustakaan di Singapura sudah online, dan terhubung satu dengan yang lain. Kita tinggal search buku yang kita inginkan. Jika ketemu, kita bisa sekaligus meminta pihak perpustakan mengirim ke perpustakaan tedekat dari rumah kita. Agar kita mudah mengambil pesanan kita.

Sekalipun, misalnya, buku yang kita inginkan dikoleksi oleh perpustakaan di daerah Changi yang letaknya paling ujung timur, kita bisa meminta pihak perpustakaan mengirimkannya ke Jurong, Singapura bagian Barat.

Apa pihak perpustakan tidak rugi? Mengirimkan dua buku pesanan seseorang dari ujung barat ke ujung timur Singapura? Kan perlu ongkos transport! Kan butuh orang untuk mengirim! Butuh bensin! Butung uang kopi! Hehe, itulah kenapa kita MEMBAYAR PAJAK! Duit pajak itu dipakai untuk melayani apa pun kebutuhan rakyat. Pelayanan perpustakaan yang saya jelaskan di atas, adalah contoh kecil pelayanan negara pada pembayar pajak. Pada masyarakat.

Dalam MELAYANI, itu, tidak ada istilah untung-rugi! Dalam MELAYANI, itu, tidak ada istilah pejabat-rakyat! MELAYANI itu kewajiban, dan kewajiban itu harus diselesaikan! Bukan dijanjikan! Karena gaji Anda sudah dibayar! Dari pajak dan pungutan aneka macam.

(*)

Tags: BatamPajakPerpustakaanSingapura
Sultan Yohana

Sultan Yohana

Related Posts

Bagaimana Jika Rejekimu Datang Setahun Sekali?
Jurnalisme

Bagaimana Jika Rejekimu Datang Setahun Sekali?

February 10, 2025
Banyak Sama Sistem Pendidikan Singapura-Indonesia
Jurnalisme

Banyak Sama Sistem Pendidikan Singapura-Indonesia

June 1, 2024
Intelektual Publik
Catatan Publik

Intelektual Publik

October 20, 2011
Next Post
Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

Bakul Gedhe dan Bakul Cilik

“Membeli” Perempuan Vietnam

"Membeli" Perempuan Vietnam

Delapan Karakter Unik Singapura

Delapan Karakter Unik Singapura

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me

Rekomendasi

Susahnya Punya Mobil di Singapura

Susahnya Punya Mobil di Singapura

13 years ago
Valeria, dan Tempe Kegemarannya

Valeria, dan Tempe Kegemarannya

11 years ago
Mimpi 2/8: Cak Dar

Mimpi 2/8: Cak Dar

14 years ago
Kita Adalah Orangtua Kandung Premanisme: dan dua buku yang menjelaskan fenomena premanisme

Kita Adalah Orangtua Kandung Premanisme: dan dua buku yang menjelaskan fenomena premanisme

12 months ago

Instagram

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Kategori

  • Artikel
  • Batam
  • Bolaisme
  • Catatan Bola
  • Catatan Lepas
  • Catatan Publik
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek
  • Humaniora
  • Indonesiaku
  • Jurnalisme
  • Kultur
  • Ngalor Ngidul
  • Politisasi
  • Review
  • Sastra
  • Singapura
  • Tentang Aku
  • Video

Topics

Abdul Gofur Air minum Alas kaki Anak Batam Bebas kendaraan Bule Catatan Dollar Efisiensi Ekon Etalase publik Etnis Fasilitas Foto Gadis China Humaniora Indonesia Jalan kaki Jatim Johor Kebiasaan Kucing Kurs Malang Malaysia Mudik Netizen Opini Orang tua Pajak Pendidikan Pengemis Perpustakaan Premanisme rasa singapura Rupiah Sejarah Sepakbola Sepeda Singapore Singapura Taipei Taiwan Vietnam
No Result
View All Result

Highlights

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Dua Karakter Berbeda Orangtua

Ekon

Berhentilah Mengkritik!

Etnis Singapura, dan Masalah Mereka

Bebas Merdeka tanpa Kendaraan

Trending

Singapura Maju karena Sastra?
Singapura

Singapura Maju karena Sastra?

by Sultan Yohana
May 10, 2026
0

PERHATIAN saya tertuju pada empat lembar kertas hasil ujian pelajaran Kesusastraan yang tergeletak begitu saja di atas...

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama

May 3, 2026
“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

“Etalase Publik”: yang lahir dari transportasi publik

April 24, 2026
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura

March 30, 2026
Dua Karakter Berbeda Orangtua

Dua Karakter Berbeda Orangtua

March 15, 2026
Sultan Yohana

© 2023 Sultan Yohana

Kunjungi Juga

  • Tentang Saya
  • Privacy Policy
  • Kontak

Ikuti Saya

No Result
View All Result
  • Catatan Lepas
  • Catatan Bola
  • Cerita Foto
  • Cerita Sangat Pendek

© 2023 Sultan Yohana